Menyingkap Bisnis Mafia Bola di PSSI

Uang Denda Jadi Bancakan, Klub Sepak Bola Jadi Korban

Sabtu, 23/05/2020 11:30 WIB

Setiap klub sepakbola harus merelakan uang mereka hasil dari subsidi PT Liga Indonesia untuk membayar denda yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI. Namun sampai sekarang klub masih bertanya-tanya, kemana dan bagaimana uang milaran rupiah itu dikelola oleh PSSI. 


Karut Marut Gagal Bayar Asuransi WanaArtha (Tulisan II)

Mau Untung Cepat Tapi Korbankan Nasabah, OJK Diam Saja

Sabtu, 16/05/2020 13:00 WIB

Kejaksaan Agung (Kejagung) meyakini bahwa manajemen WanaArtha Life terkait dalam permainan saham bodong di PT Asuransi Jiwasraya. Penegakan hukum berdampak pada pemblokiran 800 rekening, termasuk milik para nasabah WanaArtha. Perusahaan didesak harus bertanggung jawab dalam klaim asuransi yang macet. Namun OJK dinilai menutup mata dari tuntutan para nasabah.


Karut Marut Skandal Gagal Bayar Asuransi WanaArtha (Tulisan I)

Jeritan Korban Asuransi WanaArtha Life, Dimana Negara dan Kejaksaan?

Sabtu, 09/05/2020 06:00 WIB

Kisruh kasus PT Asuransi Jiwasraya turut menyeret banyak perusahaan yang diduga bermain dalam skandal investasi bodong tersebut. Salah satunya adalah PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau WanaArtha Life. Rekening WanaArtha Life diblokir oleh Kejaksaan Agung karena diduga terlibat dalam kegiatan menggoreng saham Jiwasraya. Kini, ribuan nasabah menjerit karena mereka tidak bisa mencairkan klaim uang sendiri.


Di Balik Krisis Harga Pangan (Tulisan III)

Jejaring Mafia dan Pejabat di Kuota Impor Bawang Putih

Minggu, 03/05/2020 15:01 WIB

Mahalnya harga bawang putih yang sempat menembus angka Rp 60 ribu per kilogram memunculkan asumsi miring soal adanya praktik kotor dan kartel dalam bisnis impor bawang putih. Setiap tahun, diduga terjadi praktik curang untuk mengakali kuota impor. Bahkan, tak tanggung-tanggung mereka berani menciptakan anak perusahaan baru untuk mendapatkan kuota impor komoditas holtikultura seperti bawang putih. Sehingga, satu grup perusahaan besar bisa mendapatkan kuota impor yang lebih besar dengan cara membentuk anak perusahaan baru dan sama-sama mengajukan impor produk holtikultura.


Melacak Aset Yayasan Supersemar yang Masih Dikuasai Koruptor (Tulisan-I)

Klaim Bohong Kejaksaan Sita Aset Supersemar

Sabtu, 25/04/2020 22:30 WIB

Akhir tahun 2018 publik diberi angin segar dengan adanya kabar penyitaan beberapa aset milik Yayasan Supersemar oleh tim eksekutor dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Salah satunya adalah Gedung Granadi yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Kenyataanya, gedung 12 lantai itu masih beroperasi seperti biasa. Seperti tidak pernah terjadi proses penyitaan dari aparat penegak hukum.


Di Balik Krisis Harga Pangan (Tulisan II)

Mafia Pangan Mainkan RIPH dan SIP, Ada Apa Aparat Diam Saja?

Minggu, 19/04/2020 23:56 WIB

Karut marut soal impor pangan memang tak lepas dari lemahnya niat pemerintah untuk memajukan sektor pertanian khususnya tanaman pangan. Dulu, negara kita yang dikenal sebagai negara agraris harus berakhir tragis dengan pola pembangunan industri yang digalakkan sejak era Orde Baru. Perubahan kebijakan itu membuat kebutuhan pangan kita bergantung dengan negara lain. Akhirnya, karena lahan pertanian yang terus menyempit dan budaya berburu rente dari mafia pangan di saat wabah corona, yang membuat Indonesia terus melakukan impor dengan dalih memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengatasi corona.


Di Balik Krisis Harga Pangan (Tulisan I)

Impor Bablas Stok Minim, Mafia Pangan Pesta Saat Corona

Minggu, 12/04/2020 13:00 WIB

Pandemi Virus Corona yang mewabah di Indonesia sejak Februari lalu berdampak langsung pada kemampuan masyarakat mengakses pangan. Apalagi menjelang bulan puasa, hampir semua harga komoditas pangan meroket. Sementara sebagaian besar rakyat harus kehilangan penghasilan karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain itu, mafia pangan ternyata masih berkeliaran bebas berkuasa melakukan pengaturan mulai dari intervensi kebijakan hingga tata niaga dari hulu ke hilir.


Mendadak Petinggi Kemhan, Pemain dan Broker Alutsista Kompak Tutup Mulut, Ada Apa? (Tulisan II)

Pertarungan Para Broker dan Bancakan untuk Beli Kapal Fregat TNI AL

Minggu, 05/04/2020 09:02 WIB

Potensi bocornya keuangan negara dalam anggaran belanja alutsista tergambar jelas dalam salah satu kasus korupsi terbesar yang divonis oleh Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, pada tahun 2016 lalu. Brigjen Teddy Hernayadi, Kepala Bidang Pelaksanaan Pembiayaan yang merangkap sebagai Bendahara Khusus Bialugri (Devisa) Pusku, Kementerian Pertahanan (Kemhan) periode 2010-2014, terbukti bermain-main alias korupsi dengan memainkan anggaran. Kejahatannya menyebabkan kerugian negara sebesar USD 12 juta atau sekitar Rp 156 miliar.


Ada Apa KSP Lawan Presiden, Buat Rapat Mendadak Demi PT AKS

Rabu, 01/04/2020 16:36 WIB

Kisruh kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Minerba terhadap perusahaan peleburan biji timah/semelter memasuki episode baru. Direksi PT Aries Kencana Sejahtera (AKS) yaitu Haksono Santoso selaku Komisaris dan Samuel Santoso selaku Direktur Utama tiba-tiba diundang khusus oleh Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pimpinan Jenderal Purn. Moeldoko.


Menhan Prabowo Berani Bongkar? (Tulisan I)

Pemburu Rente dan Mafia Anggaran di Bisnis Alutsista

Sabtu, 28/03/2020 08:30 WIB

Selama ini, proses belanja alutsista tidak lepas dari praktik hitam mafia anggaran. Mafia alutsista diyakini selalu menghambat proses kemandirian produksi persenjataan di dalam negeri. Tugas berat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto adalah memastikan bahwa pembelian alutsista benar-benar berdasarkan asas kebermanfaatan demi kepentingan pertahanan negara, bukan semata-mata karena bancakan proyek anggaran negara.