Pinjaman Online (Tulisan-3) Wawancara Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah

Fintech Yang Sekarang Bermasalah, Itu Karena Nasabah Buangan

Senin, 19/08/2019 12:09 WIB

Sektor peer to peer yang non-syariah itu berangkat dari prinsip: uang menjadi komoditi. Artinya kita minjemin uang. Nggak mau tahu bagaimana orang itu mengelola uang yang dipinjamnya. Yang penting kalau skornya lolos, maka dananya cair. Di syariah, kita nggak bisa menjadikan uang sebagai komoditi.


Gurita Jeratan Utang Pinjaman Online (Tulisan-2)

Cara Untung Besar dari Bisnis Tipu-tipu Pinjaman Online

Kamis, 15/08/2019 08:39 WIB

Minimnya verifikasi dan keamanan dalam mendapakan pinjaman dari jejaring pinjaman online menciptakan peluang baru penipuan untuk mengeruk fulus dari aplikasi pinjaman online baik ilegal atau legal.


Gurita Jeratan Utang Pinjaman Online (Tulisan-1)

Pemerintah Lemah Hadapi Sindikat Pinjaman Online

Minggu, 11/08/2019 20:30 WIB

Puluhan ribu orang menjadi korban pinjaman online atau P2P Lending Fintech. Mulai dari bunga mencekik hingga 7% per hari, cara penagihan yang kasar, hingga biaya administrasi tinggi. Bahkan, beberapa korban mengalami pelecehan seksual, depresi hingga penganiayaan. Namun, pemerintah tak kunjung menerbitkan aturan tegas untuk melindungi masyarakat yang terjebak jasa pinjam online ini.


Dibalik kebijakan impor gila-gilaan (Tulisan-4)

Ini Modus Mafia Gula Rafinasi Ilegal dan Resep Kebal Hukumnya

Jum'at, 09/08/2019 14:08 WIB

Terbukti, selalu ada celah yang memungkinkan gula rafinasi merembes ke pasar. Masalahnya kemudian, pengusutan sejumlah kasus mandeg di tingkat penyidikan. Seperti halnya kasus perembesan gula rafinasi ke konsumen yang melibatkan seorang pejabat di PT Permata Dunia Sukses Usaha (PDSU), milik pengusaha Edy Kusuma.


Dibalik kebijakan impor gila-gilaan (Tulisan-3)

Ini Dia Para Mafia Beras, Saat Regulator Tak Bernyali

Minggu, 04/08/2019 11:20 WIB

Sengkarut impor pangan di Indonesia tidak lepas dari kegagalan tiga lembaga pemerintah seperti BULOG, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Gagalnya tiga lembaga ini memunculkan pemburu rente atau mafia beras yang kini tidak bisa dijegal.


Dibalik kebijakan impor gila-gilaan (Tulisan-2)

Gerilya Mafia Garam Dibalik Vonis Bebas KPPU

Kamis, 01/08/2019 15:22 WIB

Saat media hendak masuk ruang sidang, mendadak diberitahukan bahwa jadwal pembacaan putusan mundur menjadi pukul 19.00 WIB. Sidang akhirnya baru dimulai pada pukul 20.30 WIB dan berakhir pukul 23.00 WIB.


Dibalik kebijakan impor gila-gilaan (Tulisan-1)

Keran Dibuka Lebar, Mafia Pangan Merajalela. Siapa di Baliknya?

Minggu, 28/07/2019 11:34 WIB

Masalahnya banyak pihak bermain terutama para pemburu rente agar kebijakan impor terus dipertahankan. Belum lagi peran mafia pangan yang masih cukup besar dalam rantai distribusi dan penentu harga.


Suap Garuda-Rolls Royce (Tulisan-2)

Jejak Jaringan Lama Dalam Skandal Garuda Terkini

Minggu, 21/07/2019 18:02 WIB

“Soetikno itu direktur Humpuss. Rolls-Royce itu, agennya di Indonesia kan Humpuss dari zaman dulu. Sekarang Humpuss-nya enggak ada, Soetikno masih tetap. Dia gandeng orang dalam,” kata Samudra Sukardi yang pernah menjadi calon Dirut Garuda pada 2004.


Suap Garuda-Rolls Royce (Tulisan-1)

Pusaran Suap Rolls Royce di Garuda

Rabu, 17/07/2019 15:16 WIB

Pusaran suap pembelian mesin Rolls Royce oleh Garuda yang melibatkan bekas Dirut Garuda Emirsyah Satar diduga melibatkan banyak pihak. Hal itu terlihat dari puluhan rekening milik Emirsyah yang ada di luar negeri. Rekening itu diduga untuk bagi hasil komisi penjualan dari Rolls Royce.


Penerbitan IMB Lahan Reklamasi (Tulisan-3)

Mega Proyek Reklamasi Pantura, Siapa Diuntungkan?

Minggu, 14/07/2019 14:39 WIB

“Karena orang miskin tidak mungkin bisa membeli tanah di pulau yang harganya sudah Rp. 25 juta (per meter persegi). Dengan adanya tanah 5% (dari total lahan daratan reklamasi) dan kontribusi 15%, kita bisa membangun komplek di atas tanah 5% untuk menolong nelayan, pegawai bisa tinggal di situ,” kata Ahok.