Terkadang bencana datang dengan suara sirene. Kadang pula ia datang diam-diam, lalu membuat kita lupa bahwa sedang bernapas. Karhutla termasuk jenis kedua.
Sidang malam sudah jamak dilakukan Mahkamah Konstitusi (MK). Tapi sidang malam kasus Gibran Rakabuming Raka di MK menjadi metafora tersendiri mengenai pencalonannya sebagai wakil presiden pada Pemilu 2024 yang dirasa masih gelap.
Ada yang menarik dari proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2026–2031. Bukan semata siapa yang akhirnya terpilih, karena proses politik di DPR masih berjalan, melainkan bagaimana Pius Lustrilanang dan Mayjen Pur. Susanto dipaksa berhenti sebelum kontestasi mencapai tahap voting. Namanya tidak kalah dalam pemungutan suara. Keduanya tidak pernah sampai ke sana.
Dua suara itu tidak ringan untuk disuarakan. Membicarakan Palestina berarti berhadapan dengan geopolitik dunia dan kepentingan negara-negara besar. Membicarakan Papua mungkin bahkan lebih sulit karena kita harus berani melihat persoalan di dalam rumah kita sendiri.
Miris dan mengiris hati! Persekusi ibadah di GKPI Mauk, Tangerang kembali menodai wajah hukum kita.
Ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi salah satu pokok perdebatan dalam agenda revisi undang-undang Pemilu. Sejumlah partai mengusulkan kenaikan dari 4 persen menjadi 5 hingga 7 persen.
Bulan Agustus 2026 lalu beredar naskah Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penyediaan Batubara dan Gas Bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum oleh Badan Layanan Umum (BLU) Sektor Energi. Disebutkan pemerintah, melalui menteri ESDM, akan membentuk BLU Sektor Energi (BLU Energi) untuk mengendalikan alur distribusi batu bara dan gas untuk pembangkit listrik.
Kalimat Presiden Prabowo Subianto, “saking pintarnya, saking pintarnya jadi goblok”, dalam perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, menjadi salah satu potongan komunikasi politik yang paling mudah ditangkap publik.
Jika suatu hari mesin mampu melakukan hampir semua pekerjaan yang kini kita anggap sebagai keahlian manusia, apa yang seharusnya kita ajarkan kepada anak?
Presiden Prabowo pada 20 Mei 2026 menyebut nilai kecurangan ekspor Indonesia selama 1991–2024 mencapai USD908 miliar, sekitar Rp15.400 triliun. Praktiknya mencakup under-invoicing, under-counting, dan transfer pricing. Data tersebut berasal dari perbandingan data perdagangan Indonesia dengan data mitra dagang dalam UN Comtrade yang kemudian diolah NEXT Indonesia.
Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya raya. Di bawah tanahnya tersimpan emas, tembaga, nikel, batu bara, timah, bauksit dan berbagai mineral strategis lainnya. Di atas tanahnya terbentang hutan, perkebunan dan lahan pertanian. Di sekelilingnya terbentang laut yang luas dengan kekayaan ikan dan sumber daya alam dan kelautan yang luar biasa.
Tanah bukan sekadar sebidang lahan. Bagi seorang petani kecil, tanah adalah tempat menggantungkan hidup. Di atas tanah itulah ia menanam padi, cabai, sayuran dan berbagai kebutuhan keluarga. Bagi sebuah keluarga, tanah juga merupakan tempat tinggal, warisan orang tua, sekaligus jaminan kehidupan anak cucu.
Sabtu, 19 September 2026. Di Ponorogo, umbul-umbul berkibar, halaman sudah siap sepenuhnya, panggung ditata, dan jalan-jalan menuju Pondok Modern Darussalam Gontor dipenuhi tanda-tanda semarak sebuah perhelatan besar.
Pagi hari, Purbaya Yudhi Sadewa masih mengikuti rapat di kompleks parlemen. Sore harinya, kursi Menteri Keuangan sudah berganti penghuni. Cepat. Mendadak. Hampir tanpa jeda. Purbaya dicopot dan Suahasil Nazara ditunjuk menggantikannya.
Ada sesuatu yang patut dipertanyakan secara serius dalam proses seleksi calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) periode 2026–2031. Bukan semata-mata soal siapa yang akhirnya terpilih dan bukan pula soal siapa yang gugur. Tetapi soal bagaimana ada nama calon yang sengaja dihapus begitu saja dari proses seleksi dan seberapa kuat dasar keputusan Komisi XI DPR tersebut dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Pada 14 September 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelumnya, Suahasil telah menjadi wakil menteri keuangan dan memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan.
Di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang Bogor, Presiden Prabowo Subianto kembali berdiskusi dengan sejumlah jurnalis dan pakar, dalam program “Presiden Prabowo Menjawab”. Diskusi tanya-jawab ketiga ini berlangsung di meja bundar selama sekitar tiga setengah jam.
Alhamdulillah Purbaya diselamatkan Allah dari berbagai ancaman baik di dunia dan akherat. Itulah hikmah yang ada di belakang pencopotannya dari jabatan menteri keuangan.
Yang paling ramai, pertanyaan yang sudah jadi lagu nasional, “Kenapa Nusron Wahid tidak ditangkap? Dia kan big boss-nya! Masa anak buah main sendiri? Masa bos Summarecon yang tajir melintir mau setor ke anak buah tanpa restu atasan?”
Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sarang mafia tanah mulai mendekati kenyataan. Ternyata, gaya korupsi gerombolan anak buah Nusron Wahid lebih mumpuni.