Tim Editor Law-Justice

Perlu Rekonsiliasi Fatah dan Hamas Ditengah Gempuran Roket

Selasa, 18/05/2021 15:03 WIB

Ada dua faksi yang paling berpengaruh di Palestina. Fatah (Gerakan Nasional Pembebasan Palestina) dan HAMAS(Gerakan Perlawanan Islam). Dua faksi ini memiliki ideologi yang berbeda. Fatah berideologi nasionalis sekuler, HAMAS berideologi Islam. Fatah mendukung ide dua negara, HAMAS bersikeras Israel harus dibubarkan.  


Supriyanto M

Ironi Para Miliarder di Jalur Gaza

Senin, 17/05/2021 09:55 WIB

Saat Anda menyumbang rupiah demi rupiah karena iba melihat anak anak Palestina bersimbah darah dan terlunta lunta, sekelompok elite Palestina tampil megah dengan setelan jas terbaik, naik jet pribadi dan masing masingnya memiliki aset ratusan miliar bahkan triliunan. Dan aman di pengasingan.



Saiful Huda Ems (SHE), Lawyer dan Pengamat Politik

Konflik Palestina Vs Israel dan Janji Jokowi

Minggu, 16/05/2021 20:35 WIB

Di beberapa masjid atau di kampus-kampus di Indonesia biasanya ada beberapa aktivis Ormas Islam yang membawa kardus bertuliskan Kotak Amal Sumbangan Untuk Muslim Palestina. Kardus itu dibawa keliling mendekati orang-orang dengan harapan orang-orang yang didekatinya bersedia mengeluarkan uang dari dompetnya untuk dimasukkan ke kardus itu. Namun bagaimana setelah uang itu terkumpul, akan dikemanakan atau dibuat apa uang itu, dibawa ke Palestina dan dibagikan untuk warga Muslim disana beneran, ataukah kenyataannya malah dibuat untuk kepentingan pribadi atau untuk organisasinya sendiri. Wallahu a`lam...(hanya Allah yang tau).  


Fahmi Amhar

Kronologi Sejarah Bangsa Palestina

Minggu, 16/05/2021 08:30 WIB


Ahmad Khozinudin, Sastrawan Politik

Turki Tidak Lakukan Apapun Kecuali Kecaman Sama dengan Jokowi

Sabtu, 15/05/2021 09:49 WIB

Sebagaimana saya tegaskan dalam artikel sebelumnya, seluruh penguasa negeri kaum muslimin tak terkecuali, termasuk Erdogan dan Jokowi, tak melakukan apapun kecuali hanya kecaman dan kutukan. Satu tindakan, yang bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk saya sebagai warga negara biasa.