Survei IPO: Elektabilitas PSI Mandek Meski Jokowi Sudah Rajin Blusukan

Senin, 10/08/2026 05:09 WIB
Ketika Safari Politik Jokowi Disebut Berdampak Negatif ke Perekonomian. (Istimewa).

Ketika Safari Politik Jokowi Disebut Berdampak Negatif ke Perekonomian. (Istimewa).

law-justice.co - Survei terbaru dari Indonesia Political Opinion (IPO) menyatakan bahwa safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah dinilai belum mampu mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Survei ini dilakukan pada periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Elektabilitas PSI masih bertahan di angka 1,9 persen dalam simulasi pilihan partai politik untuk DPR RI.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah mengatakan, elektabilitas PSI relatif stagnan dalam satu setengah tahun terakhir. Kondisi tersebut belum berubah meski Jokowi aktif melakukan roadshow ke sejumlah daerah.

"Partai Solidaritas Indonesia tidak mengalami perubahan di satu setengah tahun ini. Masih tetap di 1,9 persen, meskipun Joko Widodo melakukan roadshow ke sejumlah daerah," kata Dedi dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.

Menurut Dedi, aktivitas politik Jokowi sejauh ini belum memberikan dorongan elektoral yang signifikan terhadap PSI. Padahal, tingkat pengenalan masyarakat terhadap PSI terbilang cukup tinggi. Sebanyak 70,2 persen responden mengaku mengetahui atau pernah melihat logo PSI.

Namun, tingkat pengenalan tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan. Dalam simulasi yang sama, PSI hanya meraih 1,9 persen suara.

Dedi menilai peluang PSI untuk meningkatkan elektabilitas masih terbuka. Dampak aktivitas Jokowi kemungkinan belum terlihat lantaran roadshow masih berlangsung saat survei dilakukan.

"Mungkin dampaknya baru terlihat setelah roadshow selesai, atau dalam satu tahun ke depan. Kalau dilakukan secara konsisten, bisa saja elektabilitasnya naik," ujarnya.

Dalam simulasi elektabilitas partai politik IPO, Partai Gerindra berada di posisi teratas dengan 17,5 persen. Disusul PDI Perjuangan 12,8 persen, Partai Golkar 10,4 persen, dan Partai Demokrat 8,1 persen.

Berikutnya PKB 7,0 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai Nasdem 4,4 persen. PSI berada di posisi berikutnya dengan 1,9 persen.

Survei IPO menggunakan metode multistage random sampling. Penentuan Primary Sampling Unit (PSU) dilakukan pada sejumlah kelurahan/desa, sebelum dilanjutkan dengan pemilihan RT secara acak menggunakan random kish grid paper.

Survei melibatkan 1.200 responden dan digelar pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar