Kalapas Cibinong Jelaskan Insiden Cekcok dengan Ombudsman

Jum'at, 25/09/2026 23:01 WIB
foto : komapas.co

foto : komapas.co

law-justice.co -  

 

 Wisnu Hani Putanto,Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, menjelaskan alasan petugas sempat berlari dan mengarahkan tim Ombudsman RI ke area ketahanan pangan saat inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (23/9/2026) lalu. Menurut Wisnu, saat itu warga binaan sedang bekerja dan jumlah petugas yang berjaga terbatas. Wisnu mengatakan, pihak Lapas Cibinong tetap kooperatif terhadap Ombudsman. Ia membantah adanya sikap menolak pemeriksaan lembaga pengawas pelayanan publik tersebut.

Baca juga: Furnitur Mewah di Lapas Cibinong Tak Ada Saat Dicek Ulang, Bappisus: Kami Investigasi

"Sejauh ini, kami sangat kooperatif dengan Ombudsman," kata Wisnu di sela-sela mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto serta Kepala Bappisus RI, Aris Marsudiyanto, saat mengecek ulang sejumlah temuan hunian atau Klaster mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jumat (25/9/2026). Indonesia Rebut Emas Bulu Tangkis Beregu Putra Setelah 28 Tahun Artikel Kompas.id Sebelumnya, Ombudsman menyebut timnya sempat dua kali tidak diperbolehkan masuk ke kawasan tertentu di Lapas Cibinong. Insiden tersebut kemudian berujung pada cekcok dan aksi saling dorong ketika tim Ombudsman hendak memeriksa salah satu bangunan.

Baca juga: Adik Arie Kriting, Amal Buton, Meninggal Dunia Jelang Pernikahan

Petugas Disebut Sedang Awasi Warga Binaan Wisnu menjelaskan, kondisi petugas saat Ombudsman datang juga berkaitan dengan aktivitas warga binaan di area ketahanan pangan. Saat itu, warga binaan sedang menjalankan pekerjaan di lokasi tersebut. "Karena kemarin masih jam pekerjanya petugas dan kurangnya pengawasan pada saat warga binaan sedang bekerja di area ketahanan pangan kita. Karena tiba-tiba (mereka Ombudsman) masuk sehingga kita juga ada petugas yang jumlahnya sangat minim (sedikit)," ujar Wisnu. Menurut dia, keterbatasan jumlah petugas menjadi salah satu kondisi yang terjadi ketika tim Ombudsman masuk ke area tersebut. Wisnu tidak menjelaskan lebih jauh mengenai alasan petugas mengarahkan tim Ombudsman ke area ketahanan pangan. Baca juga: Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Disorot Ombudsman, Bakom RI: Harus Diselidiki Lebih Lanjut Sementara itu, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto mengatakan timnya pada Jumat dapat masuk ke lokasi yang sebelumnya diperiksa Ombudsman.

Aris juga mengecek kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). "Sama, tadi tempat yang dicek oleh Ombudsman, kami sudah masuk, kemudian ada berita (video Ombudsman) yang di tempat SAE ada simulator golf, saya ajak ke SAE. Enggak ada yang ditutupi," kata Aris. Baca juga: Antusiasme Siswa di Maluku Tengah Rangkai Cerita dan Rakit Mobil-mobilan Investigasi Ditargetkan Selesai Sepekan Aris mengatakan pemeriksaan terhadap seluruh fasilitas masih berlangsung. Ia meminta penggunaan setiap ruangan di dalam lapas tetap diawasi agar tidak menyimpang dari aturan. "Kami akan melakukan sidak ke beberapa lapas, yang tertangkap harus bertanggung jawab," ujar Aris. Ia menargetkan hasil investigasi terhadap temuan di Lapas Cibinong selesai paling lama sepekan.

Diberitakan : Soal Temuan Miras di Rumah Dinas di Lapas Cibinong, KPLP: Konsumsi Pribadi Pejabat, Bukan untuk Napi Diberitakan sebelumnya,

Tim Ombudsman RI menemukan sejumlah bangunan dengan fasilitas hunian menyerupai apartemen di area belakang Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (23/9/2026). Sejumlah hunian itu dilengkapi ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, AC, kulkas, hingga perlengkapan lainnya. Tidak hanya itu, Ombudsman juga menemukan fasilitas fitnes atau gym yang cukup lengkap.

Bahkan, terdapat pembangunan simulator golf yang masih berlangsung ketika sidak dilakukan. Temuan tersebut membuat Ombudsman menilai kondisi fasilitas di kawasan tersebut berbeda dengan lapas atau rumah tahanan yang pernah mereka kunjungi di daerah lain. Anggota Ombudsman RI, Syafrida Rachmawati Rasahan, mengatakan pihaknya menemukan tiga atau empat bangunan di sekitar rumah dinas Kalapas saat tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapas tersebut. Tim Ombudsman yang ingin melakukan sidak sempat dihalang-halangi hingga terjadi cekcok dengan petugas lapas.

 

Kalapas Cibinong Jelaskan soal Ombudsman Sempat Dihalang-halangi hingga Cekcok: Petugas Minim Saat Napi Bekerja

 

Menurut Fikri, Ombudsman juga sudah menyiapkan diri ketika harus berhadapan dengan pihak-pihak yang menghalangi dugaan temuan mereka di Lapas Cibinong.

"Jadi kalau kami diajak bertaruh siapapun misalnya, kita siap," ungkap Fikri.

Fikri juga menanggapi dugaan perbedaan isi bangunan yang nampak terlihat kosong ketika Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (25/9).

Padahal, sebelumnya ketika tim Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak), bangunan itu terlihat memiliki fasilitas lengkap di dalamnya.

Dia pun tidak mempermasalahkan isi bangunan yang terlihat bersih. Ia menegaskan Ombudsman memiliki bukti yang cukup kuat berupa foto dan video yang akan diperlihatkan di DPR

(Patia\Editor)

Share:
Tags:




Berita Terkait

Komentar