Ketika Relawan Berani Mati Jokowi Disebut Potensi Menyulut Kekisruhan
Diantara Halusinasi dan Realita, Relawan Jokowi. (twitter).
law-justice.co - Pengamat Politik Citra Institute, Efriza menilai bahwa kemunculan relawan Berani Mati Jokowi jelang berakhirnya masa pemerintahan Presiden ketujuh RI Joko Widodo berpotensi menyulut kekisruhan di masyarakat.
Dia menilai, kehadiran relawan Berani Mati Jokowi mengindikasikan adanya perlawanan terhadap publik yang menganggap rezim mengedepankan kepentingan keluarga dan segelintir kelompok ketimbang rakyat.
"Relawan ini memicu keresahan masyarakat, sebab seolah menjadi ada garda (barisan) pelindung Presiden vs dengan masyarakat yang kecewa sama Presiden Jokowi," ujarnya seperti melansir rmol.id.
Menurutnya, relawan Berani Mati Jokowi seolah menjadi antitesa dari masyarakat yang ingin adanya penindakan terhadap kinerja Jokowi yang salah.
"Relawan ini cari sensasi di tengah situasi masyarakat geram pada Presiden Jokowi atas pola pengelolaan negara yang buruk seperti dinasti politik, pola nepotisme dan kolusi yang tinggi," tuturnya.
Lebih dari itu, dosen ilmu pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) itu memandang, Jokowi telah menabuh genderang perang dengan masyarakat.
"Sebab seolah situasi politik layaknya perang karena kehadiran relawan Berani Mati ini," jelasnya.




Komentar