Febri Diansyah Bocorkan Slip Gaji di KPK: Penghasilanku dari Rakyat

Senin, 19/10/2020 21:59 WIB
Febri Diansyah. (Tribunnews)

Febri Diansyah. (Tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Febri Diansyah resmi mengakhiri pengabdiannya dari KPK dan jabatannya sebagai Kabiro Humas pada Sabtu (17/10/2020). Di hari terakhirnya sebagai pegawai KPK, Febri mengungkap sejumlah hal terkait KPK.

Ia juga memamerkan amplop slip gaji KPK yang dulu sempat diterimanya. Dikatakan Febri, dulu KPK masih mengirimkan slip gaji secara fisik ke pegawai.

Kata-kata yang tertulis dalam amplop slip gaji itu pun cukup menyita perhatian. Melalui akun Twitter @febridiansyah, ia bercerita mengenai kesibukannya di hari terakhir sebagai pegawai KPK.

"Selamat Sabtu pagi.. Hari ini adalah hari terakhir saya sebagai Pegawai @KPK_RI dan itu jatuh di hari libur

Mulailah Saya menjalani tugas berbeda.. Bukan menguras kolam ternyata, tapi membersihkan sisa daun dari dahan mangga yang kemarin patah krn badai. Pohon yg sdg berbuah," tulis Febri.

Sementara itu, ia juga menyempatkan untuk bertemu dengan sejumlah rekan kerjanya. Febri mengaku sedih harus meninggalkan lembaga yang telah membesarkan namanya itu.

Namun, katanya, harapan yang jauh lebih penting. Ia pun menitip pesan ke pegawai KPK untuk terus bekerja memberantas korupsi di Indonesia.

"Oh ya, kemarin Jumat, di hari kerja terakhir, Saya bertemu sejumlah teman2 yg kebetulan ataupun sengaja masuk kantor.. khususnya, Humas, WP-KPK dll.

Ada haru, pasti. Sedih, juga. Tp harapan yg jauh lebih penting.. Saya percaya teman2 Pegawai KPK akan terus bekerja sekuat2nya," imbuhnya.

Ia percaya, masa depan KPK berada di tangan pegawai KPK. Dengan catatan, masih ada independensi terhadap lembaga dan terhadap mereka yang bertugas.

Febri berharap hal tersebut tidak dihanguskan.

"Saya percaya, masa depan KPK memang berada di tangan Pegawai KPK.

Dengan catatan: masih ada Independensi thd lembaga dan terhadap mereka yg bertugas. Semoga hal ini tdk dihanguskan dan raib. Tp, kita yg di luar jg punya kewajiban menjaga KPK sebaik2nya..," ujarnya.

Ia juga bertemu dengan sejumlah pejabat struktural yang dikumpulkan oleh pimpinan KPK untuk silaturahmi. Di momen itu, Febri menyampaikan terima kasih atas segala pembelajaran yang ia terima di KPK.

Ia juga menjelaskan sejumlah faktor yang mempengaruhi reputasi dan kepercayaan publik pada KPK.

"Oh ya, Siang, setelah Jumatan, Pimpinan KPK mengumpulkan sejumlah pejabat struktural yg ada di kantor. Silaturahmi.

Saat itu, Saya sampaikan terimakasih atas segala pembelajaran di KPK. Dan, Saya jelaskan juga, faktor yg mempengaruhi reputasi dan kepercayaan publik pada KPK," tulis Febri.

Febri menjabarkan sejumlah harapan publik pada KPK yang berdasarkan analisis pemberitaan dan media sosial, serta kombinasi review reputasi organisasi yang dilakukan Biro Humas.

"Saya sebutkan juga, dari analisis pemberitaan dan media sosial, serta kombinasi review Reputasi Organisasi yg dilakukan Biro Humas, terpotret harapan publik pada KPK, yaitu:

1. KPK menangani kasus korupsi kakap (pelaku high level);2. OTT yg dirindukan.3. Pencegahan yg dirasakan manfaatnya oleh masy, termasuk Sektor Sumber Daya Alam.4. Komunikasi yg utuh tak berjarak (tidak hanya formalitas dan seremonial) pada jejaring antikorupsi.banyak hal lain lg sebenarnya.. tp saya khawatir konsentrasi menurun krn blm makan siang," cuit Febri.

Febri mengungkap selama berada di KPK, ia merasa menjadi manusia seutuhnya. Di mana bukan hanya mencari penghasilan semata.

Namun, ia melaksanakan tugas dan harapan agar yang dikerjakan bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya jg smpaikan: selama di KPK, Saya merasa menjadi Manusia. Dg segala pelaksanaan tugas & harapan agar yg dikerjakan bermanfaat bagi masyarakat..

Mmg sejak awal di KPK, kami paham, mjd Pegawai KPK bkn soal mencari penghasilan smata. Tp sbg Manusia, Saya jg punya kekurangan," tulis Febri.

Febri juga mengingatkan bahwa KPK bukan hanya milik mereka, tapi milik masyarakat Indonesia.

"Saya jg mengajak semua peserta pertemuan tsb untuk mengingat kembali, KPK bukan hanya milik kita yg menjabat di sini, tapi milik masyarakat Indonesia.

Karena itu pulalah KPK bertanggungjawab pada publik. Apalagi UU juga mengatur begitu," tambahnya.

Febri juga menunjukkan foto amplop slip gaji KPK yang dulu masih dikirimkan secara fisik pada seluruh pegawai.

"Saya sampaikan juga tentang amplop slip gaji KPK yg dulu masih dikirimkan scr fisik pada seluruh Pegawai KPK. Di amplop ini tertulis: "PENGHASILANKU BERASAL DARI RAKYAT."

"Selamat bekerja, teman-teman di KPK.. Dengan segala cinta, sayang atau apa pun namanya yang membuat kita melewati hari ke hari di KPK selama ini," sambungnya menutup cuitan.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar