Busyro Muqoddas: Revisi UU KPK Buat Suasana Jadi Tidak Kondusif

Sabtu, 26/09/2020 20:06 WIB

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menyoroti revisi UU KPK hingga seleksi pimpinan KPK. Pasalnya, revisi tersebut telah membuat sebanyak 37 pegawai KPK mundur dalam tahun ini.


Sindir Pegawai yang Mundur, Pimpinan: KPK Bukan Tempat untuk Santai

Sabtu, 26/09/2020 09:18 WIB

Aksi mengundurkan diri dari puluhan pegawai Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) mulai ditanggapi pimpinan KPK. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron bahkan menyindir langkah dari Febri Diansyah dan kawan-kawnanya tersebut.


Ternyata 37 Pegawai KPK Sudah Mundur Sebelum Febri Diansyah

Jum'at, 25/09/2020 17:05 WIB

Langkah Febri Diansyah mundur dari pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi perhatian publik. Pasalnya, Febri mengaku mundur karena  kondisi politik dan hukum di KPK telah berubah.


Novel Ungkap Hal yang Harus Dilakukan KPK Agar Pegawainya Tak Mundur

Jum'at, 25/09/2020 15:49 WIB

Mundurnya Febri Diansyah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut bukan menjadi satu-satunya pegawai yang akan pergi jika KPK tidak mau berubah. Meski begitu, langkah Febri mundur cukup disayangkan oleh  Penyidik senior KPK Novel Baswedan.


Mengundurkan Diri, Febri Sebut Kondisi KPK Memang Sudah Berubah

Jum'at, 25/09/2020 04:37 WIB

"Menjadi pegawai KPK bagi kami sekaligus juga berjuang untuk pemberantasan korupsi dan untuk berjuang itu akan lebih maksimal juga harus dilandasi dengan independensi kelembagaan dan independensi dalam pelaksanaan tugas," ungkap Febri.


Febri Diansyah Mundur dari KPK, Begini Tanggapan Novel Baswedan

Kamis, 24/09/2020 20:11 WIB

Keputusan Febri Diansyah untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai Penyidik senior KPK Novel Baswedan terlalu dini. Pasalnya, Febri merupakan sosok pekerja baik selama menjabat sebagai pegawai di lembaga antirusuah itu.


Ketua KPK Divonis Bersalah, ICW Malah Sebut Tak Masuk Akal

Kamis, 24/09/2020 17:42 WIB

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri telah divonis bersalah oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Firli pun mendapat sanksi teguran tertulis II karena melanggar etik soal penggunaan helikopter mewah. Dalam teguran tersebut, Firli diingatkan untuk tak boleh mengulangi perbuatannya.


Divonis Bersalah dan Dapat Sanksi, Begini Jawaban Ketua KPK

Kamis, 24/09/2020 13:46 WIB

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyatakan Ketua KPK Firli Bahuri bersalah melanggar kode etik sehingga harus dikenai sanksi ringan. Vonis tersebut terkait gaya hidup mewah, dimana Firli menggunakan helikopter saat melakukan perjalanan pribadinya ke Baturaja, Sumatera Selatan.


Sidang Putusan Pelanggaran Etik Ketua KPK

Kamis, 24/09/2020 12:33 WIB

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, Ketua KPK Firli Bahuri bersalah melanggar kode etik mengenai gaya hidup mewah. "Mengadili, menyatakan terperiksa terbukti bersalah melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku," kata Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Panggabean saat membacakan putusan dalam sidang yang disiarkan melalui streaming media, Kamis (24/9/2020). (Helmi Afandi/law-justice.co)  


Terbukti Bersalah, Ini Sanksi yang Diterima Ketua KPK Firli Bahuri

Kamis, 24/09/2020 12:18 WIB

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) sudah memutuskan sidang kode etik terhadap Ketua KPK Firli Bahuri. Dewas memutuskan Firli terbukti bersalah karena melakukan pelanggaran kode etik.