Pernyataan Mantan Panglima TNI Ini Tampar Keras Pangdam Jaya

Selasa, 24/11/2020 18:53 WIB
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman (Tribunnews)

Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman (Tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Di tengah ramianya perbincangan soal siakp Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman terhadap Front Pembela Islam dan Habib Rizieq, muncul sebuah video lama yang berisikan pidato dari mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo. Video tersebut pun langsung dikaitkan dengan situasi yang sedang terjadi saat ini.

Video tersebut diunggah oleh akun Youtube Aswaja TV pada Minggu, 21 November 2020. Video itu berjudul ‘Tamparan Keras Jenderal Gatot Nurmantyo kepada Pangdam Jaya yang Ingin Bubarkan FPI’.

Dalam video tersebut, Gatot mengingatkan para prajurit TNI harus netral, termasuk Polri. Menurut dia, apabila ada pimpinan-pimpinan TNI di wilayah yang mengajak tidak netral, membantu salah satu, maka disebut pengkhianat dan pelacur politik yang menjual institusi untuk kepentingan pribadi.

“Pemimpin-pemimpin seperti ini suatu saat rela mengorbankan nyawa anak buah untuk kepentingan pribadi. Saya ingatkan ini,” kata Gatot seperti dikutip, Selasa (24/11/2020).

Ia mengatakan, TNI adalah anak kandung rakyat, sehingga seluruh prajurit TNI harus netral ketika rakyat berkelahi. Sebab, rakyat percaya bahwa TNI sebagai penengah. “Semoga didengar oleh seluruh prajurit TNI. Jangan ikuti pemimpin yang menjual TNI, jangan ikuti pemimpin yang pelacur politik,” ujarnya.

Diketahui, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan setiap orang yang tinggal dan hidup di negara Republik Indonesia harus mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang ada. Termasuk kelompok ormas Islam sekalipun, lanjutnya, harus tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku di republik ini.

"Siapa pun di republik ini, ini negara hukum, maka semua harus taat kepada hukum. Pasang baliho ada aturannya, ada bayar pajaknya. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan paling benar, tidak ada itu. Jangan coba-coba. Kalau perlu FPI Bubarkan saja,” katanya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar