Relawan Jokowi Polisikan Najwa Shihab, Gus Sahal: Norak Banget Sih!

Rabu, 07/10/2020 08:54 WIB
Relawan Jokowi Polisikan Najwa Shihab, Gus Sahal: Norak Banget Sih! (Detik).

Relawan Jokowi Polisikan Najwa Shihab, Gus Sahal: Norak Banget Sih! (Detik).

Jakarta, law-justice.co - Aksi relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melaporkan presenter senior Najwa Shihab ke polisi mendapat sorotan dari Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Akhmad Sahal atau Gus Sahal.

Hal itu disampaikan oleh Gus Sahal melalui akun Twitter miliknya @sahal_as.

Dalam cuitannya, Gus Sahal mengunggah beberapa foto tangkapan layar pemberitaan mengenai relawan Jokowi yang melaporkan Najwa Shihab karena acara wawancara kursi kosong Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Norak banget sih Relawan Jokowi Bersatu yang ngelaporin Najwa ke polisi," kata Gus Sahal lewat akun twitter pribadinya, Selasa 6 Oktober 2020.

Gus Sahal menyebut cara para pendukung Jokowi melakukan pembelaan terhadap Jokowi dengan melaporkan Najwa Shihab tidak bermutu.

Ia sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh para pendukung Jokowi tersebut.

Meski demikian, Gus Sahal mengaku bersyukur laporan tersebut ditolak oleh kepolisian.

Polisi mengarahkan para relawan yang hendak mempolisikan Najwa untuk melaporkannya ke Dewan Pers, bukan kepolisian.

"Ini cara yang enggak mutu dalam belain Jokowi. Syukurlah ditolak polisi," tuturnya.

Untuk diketahui, kelompok Relawan Jokowi tersebut melaporkan Najwa Shihab yang dinilai telah merundung Menkes Terawan. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Sombarto.

"Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden, karena Menkes Terawan adalah representasi dari Presiden Joko Widodo dan saatnya kami relawan bersuara karena kami takutkan kejadian Najwa Shihab akan berulang," jelasnya.

Silvia juga mengaku bahwa apa yang dilakukan oleh pihaknya tersebut tidak diketahui oleh Menkes Terawan. Ia berdalih bahwa laporan itu dibuat atas dorongan mandiri selaku relawan Jokowi.

"Menteri ini adalah representasi dari Jokowi dan Presiden Jokowi adalah kami relawannya. Jadi apapun yang terjadi dengan presiden dan pembantunya ya kami harus bersuara," tutur Silvia.

Lebih lanjut lagi, dalam usaha pelaporannya pihak Silvia menyertakan sejumlah bukti berupa rekaman video.

"Video dari YouTube, otomatis, tapi ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan di dalam sana nanti," imbuhnya.

Laporan Relawan Jokowi Bersatu tersebut telah diterima leh pihak Polda Metro Jaya. Namun, Polda Metro Jaya menolak laporan Relawan Jokowi Bersatu tersebut.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar