Rizal Ramli soal Diusulkan Masuk Kabinet: Berentiin Dulu Pestanya!

Rabu, 27/05/2020 12:08 WIB
Presiden Jokowi dengan Rizal Ramli (pinterpolitik)

Presiden Jokowi dengan Rizal Ramli (pinterpolitik)

Jakarta, law-justice.co - Ekonom DR. Rizal Ramli akhirnya buka suara soal adanya usulan bergabung kembali dalam kabinet Jokowi demi menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan mata.

Lewat akun twitter resmi pribadinya, mantan Menko Kemaritiman Jokowi ini menanggapi santai usulan dari para netizen tersebut.

Entah apa maksudnya, dia berujar berhentikan dahulu pesta, karena itu yang paling penting.

"Berentiin dulu pesta, itu yang paling penting" kicaunya, Selasa,26 Mei 2020.

Sebelumnya, dua tokoh nasional Presiden Joko Widodo dan ekonom DR. Rizal Ramli diminta untuk menyatukan kembali kekuatan mereka demi menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan mata.

Permintaan agar Jokowi dan Rizal Ramli “islah” mengalir dari arus bawah.

Tokoh senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari Ambon, Maluku, Nehemia Lawalata, misalnya, dalam keterangannya baru-baru ini mengatakan bahwa Jokowi membutuhkan sosok seperti Rizal Ramli yang dalam berbagai kesempatan terbukti dapat membawa negara keluar dari krisis perekonomian.

Nehemia Lawalata menyebutkan, pemerintah sudah sepatutnya realistis dan menyadari bahwa perekonomian nasional ambruk akibat kesalahan kelompok pendukung neoliberalisme di dalam kabinet yang diwakili Sri Mulyani dan pandemi Covid-19.

Dalam situasi sulit ini, menurut Nehemia Lawalata, seperti diberitakan media, Rizal Ramli dapat diberi kepercayaan untuk menduduki semacam posisi menteri utama atau perdana menteri.

“Kita inginkan RR bersedia masuk kabinet sebagai PM atau Menteri Utama demi keselamatan bangsa dan negara,” ujar Nehemia Lawalata.

Disisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menganggap Rizal Ramli layak dan mumpuni mengisi pos Tim Ekonomi kabinet dalam menghadapi potensi krisis sekalipun.

Bahkan menurutnya, dengan kematangan dan pengalaman Rizal Ramli, tidak berlebihan jika harus menggeser Sri Mulyani di pos Menteri Keuangan.

"Melihat kematangan RR tentu cukup potensial jika berada di tim ekonomi, jika harus ada penyegaran mungkin tidak berlebihan jika meneruskan Menkeu Sri Mulyani," ujarnya.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar