Ubedilah Sebut 26 Tahun Reformasi, Demokrasi Memburuk

Sabtu, 27/04/2024 05:52 WIB
Dosen UNJ Ubedillah Badrun (Net)

Dosen UNJ Ubedillah Badrun (Net)

law-justice.co - Aktivis 98, mahasiswa, dan akademisi, mengaku prihatin dengan kondisi demokrasi di Tanah Air yang memburuk. Padahal reformasi berjalan hampir 26 tahun, sejak digulirkan Mei 1998 silam.

Penyesalan juga disampaikan salah satu aktivis 98, Ubedilah Badrun, kepada wartawan, usai deklarasi Maklumat Bersama Aktivis 98, mahasiswa dan pejuang pro demokrasi, di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (26/4).

“Hari ini, hampir 26 tahun reformasi, tapi kondisi (demokrasi) makin memburuk, itu yang membuat kami prihatin,” kata dosen UNJ itu dilansir dari RMOL.

Menurutnya, pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU/XXI/2023 tentang batas minimum usia Capres-Cawapres yang ujungnya meloloskan Gibran Rakabuming Raka, demokrasi semakin suram, karena dibajak nepotisme.

“Indeks demokrasi kita masuk kategori cacat. Kami gelisah, apalagi dipertontonkan praktik kekuasaan yang mengabaikan konstitusi dan etika serta moral hidup berbangsa dan bernegara,” tegas Ubedilah.***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar