Menkeu Usulkan Minuman Manis Kena Cukai, Begini Sindiran Rizal Ramli

Kamis, 20/02/2020 14:49 WIB
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati (ist)

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati (ist)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan pemberlakuan cukai untuk semua jenis minuman yang berasa manis. Hal itu disampaikannya dalam rapat bersama dengan Komisi XI DPR RI demi alasan kesehatan.

Adapun minuman yang akan dikenakan cukai yakni minuman siap konsumsi dan konsentrat yang dijual eceran, termasuk kemasaan kopi susu. Menkeu beralasan, cukai tersebut semata-mata diusulkan atas dasar kesehatan.

"Banyak negara yang melakukan pengenaan cukai untuk barang yang membahayakan, salah satunya minuman yang mengandung pemanis. Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling tinggi terjadi dan terus tumbuh seiring naiknya pendapatan masyarakat," tutur Sri Mulyani, di Komplek Parlemen, Senayan seperti dikutip dari Rmol.

Dasar kesehatan tersebut diakui merujuk pada data tahun 2007 yang ia pegang, di mana jumlah penderita diabetes masyarakat usia 15 ke atas mencapai 1,1 persen penduduk Indonesia.

Jumlah tersebut, jelas Sri, meningkat sebanyak 2 persen di tahun 2018. Hal itu berpengaruh pada pembiayaan BPJS Kesehatan untuk perawatan pasien diabetes.

Menanggapi rencana dana alasan yang disampaikan Sri Mulyani, Ekonom Senior Rizal Ramli menyindirnya. Langkah Sri Mulyani kata pria yang karib disapa RR ini kerap memeras rakyat kecil.

"Classic moves, Srintil doyannya uber yang kecil-kecil," ujarnya melalui akun twitternya.

RR menyebutkan bahwa rencana Sri Mulyani itu berbanding terbalik dengan fasilitas pengurangan biaya pajak pada korporasi dan orang berduit.

Dia memang mengakui bagus mengurangi konsumsi gula, tetapi, Rizal Ramli mengingatkan Sri bahwa gula dalam minuman kemasan adalah energi rakyat menengah ke bawah dalam mencari rupiah.

"Memang kurangi gula bagus, tapi buat rakyat bawah itu sumber energi tambahan," tandasnya.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar