Lindungi Habitat Orangutan dari Karhutla, Sekat Bakar 3,2 Km Dibangun

Minggu, 01/11/2026 22:10 WIB
Ilustrasi: Sejumlah Relawan tampak mengevakuasi orangutan korban karhutla ke lokasi yang lebih aman. (AFP via CNN Indonesia)

Ilustrasi: Sejumlah Relawan tampak mengevakuasi orangutan korban karhutla ke lokasi yang lebih aman. (AFP via CNN Indonesia)

[INTRO]

Pemerintah bersama Yayasan Kalaweit membangun sekat bakar sepanjang 3,2 kilometer di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus melindungi habitat orangutan dari ancaman kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung pembangunan sekat bakar tersebut bersama pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, Sabtu (31/10). Sekat bakar yang mulai dibangun pada 11 September itu berfungsi membatasi penjalaran api sekaligus menyediakan jalur pengamanan bagi tim pemadam untuk menangani kebakaran. Pembangunannya melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, petugas pemadam kebakaran, BPBD Barito Utara, masyarakat, serta dukungan perusahaan yang menyediakan alat berat.

Chanee mengatakan, pembangunan sekat bakar diputuskan setelah tim berulang kali melakukan pemadaman, tetapi api terus kembali menyala. Sebelum mengambil langkah tersebut, tim telah berupaya memadamkan kebakaran selama sekitar 10 hari. "Sebelum ambil keputusan ini (bikin sekat bakar) pernah berkomunikasi dengan Bapak Menteri, 10 hari sudah coba, padamin-padamin, cukup confident ternyata apinya nyala lagi," kata Chanee dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11) sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Di lokasi, sekat bakar memisahkan area yang telah terbakar dengan kawasan yang masih ditumbuhi vegetasi hijau. Jalur tersebut diharapkan dapat menghambat perambatan api agar tidak menjangkau kawasan hutan yang menjadi habitat orangutan. Menurut Chanee, sekat bakar menjadi langkah pengamanan ketika kebakaran sulit dikendalikan melalui pemadaman langsung.

Namun, keberadaan jalur tersebut harus diikuti dengan penguatan personel untuk berjaga dan melakukan pemadaman di sepanjang sekat."Kalau saya sarankan selalu dibuat seperti ini, kalau sudah selesai ayo kita padamin, kalau berhasilkan berarti tidak terkorban semua tapi ada pengaman kalau kita kewalahan," ujarnya.

Sebelumnya, Chanee sempat mengunggah kondisi kebakaran di wilayah Barito Utara dan meminta bantuan penanganan. Merespons laporan tersebut, Raja Juli memberikan izin penggunaan alat berat secara terbatas untuk membangun sekat bakar. Penggunaan alat berat dalam kondisi darurat itu dibatasi hanya untuk kebutuhan pembangunan sekat bakar dan tidak boleh melampaui keperluan penanganan karhutla.

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar