DPR Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan Warga Sipil di Papua

Minggu, 20/09/2026 18:12 WIB
Jenazah Aris Sanda Sopir Tewas Ditembak di Jayawijaya Dipulangkan ke Toraja, Jumat (18/92026). (RCTIPlus)

Jenazah Aris Sanda Sopir Tewas Ditembak di Jayawijaya Dipulangkan ke Toraja, Jumat (18/92026). (RCTIPlus)

[INTRO]

Anggota Komisi XIII DPR RI Fauqi Hapidekso mendesak pemerintah memperkuat perlindungan warga sipil di Papua menyusul kembali maraknya kekerasan bersenjata yang menewaskan warga dan memicu penyanderaan. Fauqi mengatakan keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas dalam penanganan konflik bersenjata di Papua.

Menurut dia, masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik tidak boleh menjadi korban. "Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik justru menjadi korban. Mereka memiliki hak untuk hidup aman, bekerja, bepergian dan menjalani kehidupan sehari-hari tanpa rasa takut," kata Fauqi dalam keterangannya, Ahad (20/9/2026), sebagaimana dikutip Kompas.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menyangkut persoalan kemanusiaan yang membutuhkan penanganan segera. Dia meminta kepolisian dan pemerintah bergerak cepat untuk menyelamatkan warga yang menjadi korban penyanderaan. Namun, operasi penyelamatan harus dilakukan secara terukur dan dengan perhitungan matang agar tidak menimbulkan korban susulan.

Fauqi juga meminta pemerintah memastikan keterbukaan informasi kepada keluarga korban. Menurut dia, keluarga tidak boleh dibiarkan berada dalam ketidakpastian mengenai kondisi anggota keluarganya yang menjadi korban. "Di mana pun mereka berada, mereka adalah warga negara yang hak hidup dan keselamatannya harus dilindungi. Tidak boleh ada warga yang merasa bahwa ketika mereka berada di wilayah tertentu, nyawa mereka menjadi tidak berharga," ujarnya.

Sebelumnya, seorang sopir travel asal Toraja Aris Sanda tewas ditembak setelah disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat membawa logistik melalui jalur Wamena-Mbua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah Aris kemudian ditemukan di dalam kendaraan yang dibakar di sekitar Danau Habema. Kasus tersebut kini menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kekerasan bersenjata terhadap warga sipil di Papua.

Selain kasus Aris, tujuh perempuan juga sempat dilaporkan disandera kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Mereka merupakan bagian dari sembilan perempuan yang dilaporkan diculik sejak 17 Agustus 2026. Dalam perkembangannya, satu korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan satu korban lainnya ditemukan meninggal dunia.

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar