Ketika Safari Politik Jokowi Bertendensi Merusak Budaya Lokal
Ketika Safari Politik Jokowi Bertendensi Merusak Budaya Lokal. (Dokumen PSI).
law-justice.co - Peneliti Media dan Politik, Buni Yani menilai bahwa Safari Politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang selalu diikuti dengan prosesi pemberian gelar adat bertendensi merusak budaya lokal.
"Yang paling berbahaya dari kunjungan Jokowi ke berbagai daerah ini adalah tendensinya untuk merusak budaya lokal," kata Buni Yani seperti melansir rmol.id.
Menurut Buni Yani, pemberian gelar adat di Lampung menuai banyak masalah karena bertentangan dengan tradisi setempat.
Itu sebabnya, kata Buni Yani, pemberian gelar adat di NTT juga patut dicurigai tidak alami, penuh rekayasa, memiliki tendensi politik yang besar.
"Pemberian gelar adat di NTT buat Jokowi sangat potensial membawa masalah di kemudian hari," kata Buni Yani.
Diketahui, Jokowi resmi menyandang gelar Sesepuh Raja-Raja Timor setelah dinobatkan oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor pada Sabtu 1 Agustus 2026.
Penobatan digelar dalam rangkaian Karnaval Gajah di kawasan Pantai Lahi Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang.
Raja Amanatun, Jonathan Banunaek, mengatakan penobatan tersebut dilakukan langsung oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor.



Komentar