Cabai Merah Jadi Biang Kerok Utama Inflasi Mei 2026 Melonjak

Rabu, 03/06/2026 09:33 WIB
Cabai Merah Jadi Biang Kerok Utama Inflasi Mei 2026 Melonjak. (Roabinsar Nainggolan).

Cabai Merah Jadi Biang Kerok Utama Inflasi Mei 2026 Melonjak. (Roabinsar Nainggolan).

law-justice.co - Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mencatat Indonesia mengalami inflasi 3,08 persen pada Mei 2026 secara tahunan. Secara bulanan, kenaikan harga berada di level 0,28 persen.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini mengatakan penyumbang inflasi terbesar bulan lalu adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,39 persen dengan andil 0,12 persen.

“Komoditas dominan dorong inflasi pada kelompok ini adalah cabai merah andil 0,08 persen, minyak goreng dan bawang merah dengan andil masing-masing 0,04 persen, serta tomat andil 0,03 persen dan juga beras andil 0,02 persen,” katanya dalam konferensi pers, Selasa (2/6)

BBM Tiket Pesawat Ikut Menekan

Komoditas lain yang memberikan andil inflasi adalah bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,03 persen. Lalu, bensin dan tarif angkutan udara dengan andil masing-masing 0,02 persen.

Komoditas yang memberikan andil deflasi pada Mei adalah daging ayam ras dan emas perhiasan dengan andil deflasi masing-masing 0,06 persen serta telur ayam ras dengan andil 0,05 persen.

Semua Komponen Harga Alami Kenaikan

Semua komponen tercatat inflasi. Inflasi inti 0,22 persen, harga diatur pemerintah 0,52 persen dan harga bergejolak tercatat inflasi 0,22 persen.

“Komponen inti memberikan andil inflasi terbesar yakni 0,14 persen. Komoditas yang dominan dorong inflasi adalah minyak goreng, telepon seluler, laptop atau notebook, kemudian pelumas atau oli mesin, nasi dan lauk serta pemeliharaan atau service,” terangnya.

Target BI dan Asumsi APBN 2026

Tahun ini, Bank Indonesia menargetkan inflasi berada di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Sementara, APBN 2026 mengasumsikan inflasi sebesar 2,5 persen.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar