Heboh Rhoma Irama Sebut Habib Rizieq Cocok Jadi Sosok Antagonis

Selasa, 12/05/2026 06:36 WIB
Heboh Raja Dangdut Rhoma Irama Sebut Habib Rizieq Shihab Kurang Ajar. (Istimewa).

Heboh Raja Dangdut Rhoma Irama Sebut Habib Rizieq Shihab Kurang Ajar. (Istimewa).

law-justice.co - Sebagai informasi, hingga saat ini, pernyataan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto soal “kabur ke Yaman” berbuntut panjang.

Setelah dikritik oleh mantan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS), Raja Dangdut, Rhoma Irama ikut buka suara merespons dengan nada keras melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Jumat (8/5/2026).

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, Rhoma Irama menilai ucapan Presiden Prabowo merupakan sinyal bahwa isu nasab yang berkembang di tengah masyarakat telah sampai ke lingkar kekuasaan.

Dia kemudian menanggapi kritik Habib Rizieq Shihab yang sebelumnya menyebut Prabowo bersikap rasis dan fasis.

Rhoma justru mempertanyakan tudingan tersebut. Dia menyinggung praktik sosial di kalangan Ba’alawi yang, menurutnya, melarang perempuan menikah dengan pribumi. Hal itu disebutnya sebagai bentuk rasisme yang nyata.

“Yang rasis siapa? Buktinya ada praktik seperti itu,” ujar Rhoma dalam video tersebut.

Pernyataan Rhoma tidak berhenti di situ. Dia juga menanggapi ucapan Habib Rizieq yang menyebut bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada kaum Ba’alawi.

Menurut Rhoma, pernyataan itu tidak tepat. Dia menilai pihak yang hidup dan menetap di Indonesia seharusnya bersyukur atas kondisi negara yang lebih stabil dibandingkan wilayah lain seperti Yaman.

Nada kritik semakin tajam ketika Rhoma menyebut Habib Rizieq sebagai sosok yang kerap memutarbalikkan fakta. Dia bahkan menggunakan istilah “aktor” untuk menggambarkan gaya komunikasi Rizieq yang dinilainya penuh dramatisasi.

“Aktor ini orang, aktor antagonis. Seandainya Film Rhoma masih ada, saya kontrak dia buat perankan penjahat,” ungkap Rhoma.

Polemik ini memperluas perdebatan dari sekadar pernyataan politik menjadi isu yang menyentuh identitas sosial dan relasi antar kelompok. Reaksi publik pun bermunculan di media sosial, baik yang mendukung pernyataan Rhoma maupun yang tetap membela Habib Rizieq.

Perdebatan ini terjadi di tengah meningkatnya sensitivitas isu identitas di ruang publik. Pernyataan tokoh dengan basis massa besar, baik dari kalangan agama maupun hiburan, dinilai memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk opini masyarakat.

Hingga kini, polemik tersebut masih bergulir tanpa pernyataan lanjutan dari pihak-pihak terkait.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar