Buka Suara Soal Penembakan Pendukungnya, Begini Kata Habib Rizieq

Rabu, 09/12/2020 19:33 WIB
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab akhirnya buka suara soal penembakan terhadap laskar FPI (ist)

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab akhirnya buka suara soal penembakan terhadap laskar FPI (ist)

Jakarta, law-justice.co - Setelah lama tak muncul usai aksi penembakan terhadap enam orang laskar FPI, Habib Rizieq akhirnya buka suara. Dalam rekaman audio, Imam Besar FPI itu mengaku tak tahu bahwa rombongan yang membuntuti mereka adalah polisi.

Dan mengenai rekaman itu, Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar membenarkannya pada Rabu (9/12/2020).

"Tidak ada satupun di antara kami, baik saya, keluarga maupun seluruh laskar pengawal yang mengira kalau yang melakukan pengejaran, mepet, mengganggu adalah dari kepolisian. Yang kami tahu mereka adalah orang-orang jahat yang ingin mencelakakan kami," kata Rizieq dalam rekaman tersebut.

Rizieq menyatakan banyak mobil yang terlibat mengejar rombongannya, tidak hanya satu atau dua mobil saja.

"Banyak sekali mobil saling silih berganti berupaya untuk maju ke depan untuk bisa ada sampai di depan mobil Habib Hanif yang persis ada di belakang saya. Bahkan untuk bisa mencapai mobil saya yang ada di depan," ujarnya.

Saat itu terjadi, ia menyatakan Laskar FPI yang melakukan pengawalan berhasil mengendalikan situasi sehingga mobil-mobil itu tak berhasil maju ke depan rombongan.

"Bahwa tuduhan bahwa pengawal kami dipersenjatai adalah fitnah besar, bohong besar. Tidak ada satu pun pengawal kami yang dipersenjatai karena kami tidak pernah mengira, sekali lagi, kalau kami akan diperlakukan seperti itu. Itu pengawal keluarga standar biasa," katanya.

"Subhanallah, dengan Takbir Allah tanpa mereka-mereka ini para syuhada, mungkin kami sudah dikirim ke medan pembantaian yang mereka rencanakan," ujar Rizieq.

Usai kejar-kejaran itu, Rizieq menyatakan langsung mengerahkan anggotanya untuk mencari laskar pengawal yang hilang dengan menyusuri jalan tol, mendatangi rumah sakit, hingga kantor polisi. Namun usaha itu tidak membuahkan hasil.

"Penjahat yang ingin mencelakai kami akhirnya diakui sebagai bagian daripada penyelidikan Polda Metro Jaya. Bukan kami yang menuduh, mereka yang mengakui," kata Rizieq.

Lebih lanjut, kata Rizieq, usai enam jenazah laskar FPI dipulangkan oleh kepolisian, Selasa (8/12) lalu, pihaknya memeriksa secara utuh kondisi dari jenazah yang dipulangkan.

Ia mengaku sudah mendapatkan laporan pemeriksaan itu secara lengkap dan nantinya akan disampaikan kepada publik.

"Kita sampaikan pada semua rakyat Indonesia, kami akan menempuh jalur hukum secara prosedur. Kami akan tegas siapa pun yang terlibat dalam pembantaian ini. Kami tidak akan biarkan mereka tidur tenang," ujar Rizieq.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar