Penjaga Konsulat Prancis Ditusuk di Jeddah, Akibat Perbuatan Macron?

Kamis, 29/10/2020 20:12 WIB
Tiga orang tewas di Gereja Notre Dame, Prancis usai Presiden Macron sampaikan pernyataan kontroversial (AFP)

Tiga orang tewas di Gereja Notre Dame, Prancis usai Presiden Macron sampaikan pernyataan kontroversial (AFP)

Jakarta, law-justice.co - Pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron sepertinya benar-benar memancing kemarahan dari kelompok tertentu. Sejumlah aksi kekerasan dan teror terjadi usai Macron menyampaikan pernyataan yang diduga melcehkan Nabi Muhammad dan Umat Islam.

Setelah tiga orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka di Gereja Notre Dame, Kota Nice, kini aksi kekerasan lainnya terjadi di Kota Jeddah, Arab Saudi. Diberitakan seorang petugas penjaga di konsulat Prancis di kota Jeddah ditusuk oleh seorang tak dikenal. Dia menggunakan alat tajam untuk menjalankan aksinya.

Demikian dilaporkan kantor berita resmi Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA) seperti dilansir Al-Arabiya, Kamis (29/10/2020). Menurut kantor berita AFP, Kamis (29/10/2020), pelaku penyerangan di konsulat Prancis di Saudi telah ditangkap.

Tidak disebutkan identitas pelaku, hanya disebut bahwa dia merupakan warga Saudi. Petugas penjaga konsulat terluka akibat penusukan tersebut. Tidak disebutkan lebih detail mengenai kondisinya.

Aksi penusukan ini terjadi di tengah meningkatnya kemarahan dunia Muslim atas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membela penerbitan kartun Nabi Muhammad sebagai kebebasan berekspresi. Menurut pernyataan yang dimuat oleh SPA, sumber Kementerian Luar negeri Arab Saudi mengutuk serangan teroris dan semua tindakan yang memicu kebencian dan kekerasan.

Sumber itu menambahkan bahwa mereka juga mengutuk kartun apa pun yang menyinggung Nabi Muhammad dan menolak setiap upaya untuk menghubungkan Islam dengan terorisme.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar