Terbongkar! Dosen UI Sebut Vaksin adalah Bisnis Besar Para Taipan

Kamis, 22/10/2020 14:29 WIB
Dosen UI Ronnie Higuchi Rusli sebut vaksin merupakan bisnis besar para taipan (Tribunnews)

Dosen UI Ronnie Higuchi Rusli sebut vaksin merupakan bisnis besar para taipan (Tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Dosen dari Universitas Indonesai (UI) Ronnie Higuchi Rusli membongkar soal pembelian vaksin Covid-19. Menurut dia, pembelian vaksin merupakan bisnis besar yang dilakukan oleh para taipan.

Menurut pria yang pernah punya jabatan Eselon 1 di Kemenko Maritim dan Kemenko Ekuin itu, pengadaan vaksin hanya dilakukan oleh importir, bukan oleh pemerintah.

“Catat, vaksin itu bisnis besar para taipan yang gelontorin duitnya untuk impor, bukan uang dari Anggaran Kemenkes untuk Impor Vaksin. Karena Kemenkes bukan importir obat/vaksin. Jadi para importir itulah yang pakai tangan pemerintah untuk wajib vaksinasi. Kalau mau, lihat Singapore dan Brunei,” tulis Ronnie dalam akun media sosial Twitternya @Ronnie_Rusli seperti dikutip law-jsutice.co, Kamis (22/10/2020).

Statemen Ronnie pun membuat sejumlah pengikutnya tercengang. Mereka bertanya untuk memastikan bahwa uang pembelian vaksin bukan dari Kemenkes.

“Bukan uang dari Anggaran Kemenkes untuk Impor Vaksin ?” tanya seorang warganet.

Ronnie pun kembali menjelaskan, “Bukan, Vaksin itu dibeli. Memangnya Kemekes yang menyediakan obat-obatan Kemotherapi di RSUP/RSUD atau obat sakit jantung, segala vaksin yang ada di RS? Kemekes hanyalah regulator kesehatan. Kalau obat-obatan itu urusan POM,” jelas Ronnie.

Ronnie kemudian mengutip pernyataan dari pendiri Tesla, Elon Musk, yang secara tegas mengungkapkan tidak akan pernah menggunakan vaksin virus corona, meski nantinya vaksin itu tersedia.

“Tesla founder Elon Musk has said that “neither he nor his family will likely take future coronavirus vaccines” even when they are readily available, saying the pandemic has “diminished [his] faith in humanity. Hanya monyet di Indonesia perlu divaksin, yang bukan monyet gak perlu,” tulisnya.

Untuk diketahui, pemerintah berencana untuk memulai suntik vaksin pada bulan November 2020. Hal itu dilakukan jika, uji klinis fase ketiga vaksin Covid-19 telah sukses dilakukan.

Kini, Pemerintah Indonesia tengah melakukan tahap finalisasi pembelian tiga vaksin corona dari beberapa perusahaan vaksin di China. Ketiga vaksin China tersebut di antaranya Sinovac, Sinopharm dan CanSino.

Tim finalisasi pembelian vaksin tersebut terdiri dari Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Kementerian Maritim dan Investasi, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan BPOM.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar