Gatot Nurmantyo Senyum 100 Kali Saat Deklarasi KAMI Jabar Ditolak

Senin, 07/09/2020 14:11 WIB
Mantan Panglima yang kini jadi tokoh KAMI TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: Antara)

Mantan Panglima yang kini jadi tokoh KAMI TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: Antara)

Bandung, law-justice.co - Tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo mengaku tidak marah dengan aksi penolakn deklarasi KAMI di Jawa Barat. Mantan Panglima TNI itu bahkan mengaku hanya tersenyum hingga 100 kali ketika hal itu terjadi.

Deklarasi KAMI di Jawa Barat sempat mengalami dua kali pembatalan sepihak oleh pengelola gedung sewa. Pihak KAMI Jabar pun akhirnya menggelar deklarasi di sebuah rumah di Kota Bandung, Senin (7/9/2020).

"Kemarin Balai Sartika (Bikasoga) dipersiapkan kemudian dibatalkan. Saya tersenyum 10 kali," katanya seperti dilansir dari detikcom, Senin (7/9/2020).

"Kemudian di Grand Pasundan sudah dipersiapkan, oleh Satgas Covid diberi izin, tapi kemudian didemo, ditarik lagi surat dari Satgas COVID-19. Saya tersenyum 100 kali," tambahnya.

Selain itu, terjadi juga reaksi penolakan dari Aliansi Masyarakat Cipayung yang berunjuk rasa di Gedung Sate, seberang Mapolrestabes Bandung dan Hotel Grand Pasundan. Mereka menyebut deklarasi KAMI rawan makar dan berpotensi menjadi klaster Covid-19.

Meski sempat mengalami kendala, ucap Gatot, usaha yang dilakukan oleh penggerak KAMI di Jabar membuahkan hasil. Pasalnya, tak hanya deklarasi yang dilakukan tapi juga disambung dengan aksi di Gedung Sate.

"Karena Allah SWT punya rencana luar biasa di Bandung. Di sini di tempat ini kita deklarasi, dan di sana bisa bersama-sama di Gedung Sate. Ini bukan rencana manusia, kita tidak boleh marah. Jadi saya selalu ingatkan untuk selalu tersenyum, sebagai bentuk syukur. Jangan marah yang hanya membuang-buang energi," tutur Gatot.

Dalam deklarasi yang dihadiri Mantan Ketua Umum PP Muhamaddiyah Din Syamsudin, Ketua Khittah Nahdlatul Ulama Rochmat Wahab dan Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu itu, Gatot bercerita mengenai hutangnya ke Bumi Siliwangi.

"Saya bersyukur sebagai prajurit saya melewati berbagai pertempuran dan sampai di jabatan tertinggi. Saya kemudian bertanya apa yang bisa saya berikan untuk Negeri Pertiwi ? Saya dilahirkan di Bumi Siliwangi, meniti karir di Bandung, Bogor, Pandeglang, Dayeuhkolot. Saya berhutang pada Bumi Siliwangi ini," tuturnya.

Kedatangannya ke acara deklarasi pun, ujar Gatot, tak pernah berkoordinasi sedikitpun dengan inisiator KAMI lainnya. "Karena kita sudah satu hati, dan juga karena hutang itulah saya datang, saya ingin berbuat," kata Gatot.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar