Jumlah Kematian DKI Melonjak, Anies Duga Data Corona `Disembunyikan`

Minggu, 05/04/2020 07:08 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (DDTCNews)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (DDTCNews)

Jakarta, law-justice.co - Kekhawatiran banyaknya kasus virus corona atau Covid-19 yang tidak dilaporkan muncul setelah banyaknya pemakaman dengan protokol pemakaman jenazah korban virus corona.

Reuters melaporkan, Gubernur Jakarta Anies Baswedan mencurigai adanya kasus virus corona yang tidak masuk ke dalam angka resmi rilisan Kementerian Kesehatan.

Dugaan dan kekhawatiran Anies Baswedan beriringan dengan fakta bahwa pada Maret 2020, angka prosesi pemakaman di Jakarta tiba-tiba meningkat drastis.

Tercatat ada 4.400 prosesi penguburan jenazah pada Maret 2020. Angka itu 40 persen lebih tinggi dari rata-rata jumlah pemakaman dalam setahun terakhir.

Berdasarkan data statistik Departemen Taman dan Pemakaman Kota, angka penguburan jenazah tertinggi di Jakarta sebelumnya terjadi pada Maret 2019, dengan total 3.100 prosesi pemakaman dalam sebulan.

Data terbaru menunjukkan ada 971 kasus positif virus corona, dan 90 kematian di Jakarta, setengah dari total kasus yang ada di Indonesia.

Indonesia dijuluki sebagai negara dengan tingkat pengujian virus corona terendah di dunia. Padahal, Indonesia menjadi negara dengan penduduk terbanyak, lebih dari 260 juta jiwa.

Berdasarkan data statistik Departemen Taman dan Pemakaman Kota, angka penguburan jenazah tertinggi di Jakarta sebelumnya terjadi pada Maret 2019, dengan total 3.100 prosesi pemakaman dalam sebulan.

Data terbaru menunjukkan ada 971 kasus positif virus corona, dan 90 kematian di Jakarta, setengah dari total kasus yang ada di Indonesia.

Indonesia dijuluki sebagai negara dengan tingkat pengujian virus corona terendah di dunia. Padahal, Indonesia menjadi negara dengan penduduk terbanyak, lebih dari 260 juta jiwa.

Selagi Anies Baswedan merasa janggal dengan banyaknya angka pemakaman di Jakarta, Kementerian Kesehatan dan juru bicara Presiden Joko Widodo justru bungkam ketika diminta memberikan tanggapan atas kejanggalan tersebut.

Pemerintah bersuara, tetapi data menunjukkan dengan jelas bahwa faktanya di tengah pandemi virus corona terdapat lebih dari 4.000 pemakaman di Jakarta saja.

Maret 2020, tidak ada wabah mematikan lain yang menjadi alasan kematian terbesar di Jakarta selain virus corona, bahkan tidak ada bencana alam yang menyebabkan tewasnya ribuan orang itu.

Tanggapan Istana terhadap pandemi virus corona begitu minim. Dari 260 juta penduduk, hanya 7.621 orang yang telah menjalani tes virus corona.

Hingga Jumat 3 April 2020, Indonesia mengaku telah mencatat adanya 1.986 kasus positif virus corona dengan total kematian 181 orang.

Data kematian akibat virus corona di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia, setelah Tiongkok yang mengonfirmasi lebih dari 70.000 kasus positif virus corona.

Maret 2020, tidak ada wabah mematikan lain yang menjadi alasan kematian terbesar di Jakarta selain virus corona, bahkan tidak ada bencana alam yang menyebabkan tewasnya ribuan orang itu.

Tanggapan Istana terhadap pandemi virus corona begitu minim. Dari 260 juta penduduk, hanya 7.621 orang yang telah menjalani tes virus corona.

Hingga Jumat 3 April 2020, Indonesia mengaku telah mencatat adanya 1.986 kasus positif virus corona dengan total kematian 181 orang.

Data kematian akibat virus corona di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia, setelah Tiongkok yang mengonfirmasi lebih dari 70.000 kasus positif virus corona. (Pikiranrakyat.com).

(Annisa\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar