Soal Papua, Mahfud MD: Veronica Koman Harus Tanggung Jawab

Rabu, 20/11/2019 08:30 WIB
Veronica Koman (monitor.co.id)

Veronica Koman (monitor.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan sudah berbicara dengan pemerintah Australia terkait aktivis Veronica Koman.

Dia mengatakan Veronica yang kini berada di Australia itu harus bertanggungjawab atas tindakan hukum yang dilakukannya di Indonesia.

"Saya sudah katakan juga ke pemerintah Australia. Kalau kami bicara Veronica Koman bukan karena dia berbicara lantang di negara Anda, tapi ini soal hukum kami, hak hukum kami," ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (19/11) seperti melansir CNNIndonesia.com.

"Dia harus bertanggungjawab," kata Mahfud.

Mahfud tak menjelaskan secara spesifik mengenai perkara hukum apa yang harus dipertanggungjawabkan oleh Veronica.

Namun, diketahui Veronica telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang usai ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan provokasi dan penyebaran informasi bohong terkait insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Lebih lanjut, Mahfud menyampaikan Veronica adalah warga negara Indonesia yang mendapat beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk mengenyam pendidikan di Australia.

Akan tetapi, dia menyebut Veronica mengingkari janji sebagai WNI yang mendapat beasiswa dari pemerintah Indonesia.

"Veronica Koman itu warga negara Indonesia yang mendapat beasiswa untuk belajar ke Australia dan mengingkari janji untuk kembali ke Indonesia sebagai penerima ikatan beasiswa," ujarnya.

Sebelumnya, Veronica ditetapkan sebagai tersangka provokasi di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya, Jawa Timur.

Ia diduga aktif melakukan provokasi dengan menyebarkan informasi terkait kerusuhan Papua melalui akun Twitter pribadinya @VeronicaKoman.

Veronica dijerat pasal berlapis dari UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), KUHP, UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar