Perusahaan China Beri Lisensi Obat Tumor ke Kalbe Farma

Selasa, 17/09/2019 16:02 WIB
Kalbe Farma (Nikkei Asian Review)

Kalbe Farma (Nikkei Asian Review)

Jakarta, law-justice.co - Perusahaan joint venture antara PT Kalbe Farma Tbk. dan Genexine Inc., PT Kalbe Genexine Biologics (KG Bio) mendapatkan lisensi eksklusif produk Immuno-Oncology (HLX10) dari Shanghai Henlius Biotech Inc., China.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Selasa (17/9/2019), Direktur Kalbe Farma Sie Djohan menjelaskan, HLX10 merupakan recombinant humanised monoclonal antibody yang dikembangkan untuk mengobati tumor. Saat ini produk HLX10 sedang dalam proses uji klinis.

Melansir dari Bisnis Indonesia, KGBio mendapat lisensi eksklusif untuk mengembangkan produk HLX10 untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor, terutama di negara-negara Asia Tenggara.

“Kami menyambut baik kerjasama antara KGBio dengan Henlius ini dapat meningkatkan kemampuan riset dan memperkaya portofolio produk daru JGBio di bidang immuno oncology,” terangnya dalam keterbukaan informasi.

Dia berharap, kerja sama Kalbe Farma dengan Henlius akan bermanfaat dalam pengembangan produk-produk bilogi yang inovatif, berkualitas, dan terjangkau di Indonesia dan Asia Tenggara.

Scott Liu, Co Founder, President, dan Chief Executive Officer Henlius, juga menyambut baik kerja sama dengan KGBio dan Kalbe Farma. Pengalaman dan jaringan KGBio dan Kalbe Farma di Asia Tenggara akan membantu pengembangan dan komersialisasi HLX10 di pasar global.

“Kemajuan di bidang immune-oncology sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Melalui pengembangan immune checkpoint inhibitors, Henlius mengembangkan strategi global plus Combo untuk membedakan diri dari perusahaan immune-oncology lainnya. Pengertian Global berarti melaksananan uji klinis dalam skala global di berbagai negara dan regional dunia,” imbuhnya.

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar