Gawat! Vaksin Ditemukan, WHO Malah Sampaikan Kabar Buruk

Sabtu, 05/12/2020 09:18 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (kompas)

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (kompas)

Jakarta, law-justice.co - Vaksin Covid-19 akan segera dipakai dalam waktu dekat. Dengan begitu, penyebaran virus Corona diharapkan dapat segera dibatasi. Namun, ternyata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) malah menyampaikan kabar buruk.

WHO mengaku sangat prihatin akan munculnya persepsi di masyarakat bahwa pandemi telah berakhir karena vaksin Covid-19 telah ditemukan. Padahal pandemi masih bakal berlangsung lama.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kemajuan dalam vaksin "memberi kita semua harapan dan melihat ujung dari penyelesai masalah pandemi ini. Namun ini bukan berarti pandemi telah berakhir. Sebab nyatanya banyak negara masih bergelut dengan tingginya penularan virus yang memberikan tekanan kepada rumah sakit hingga petugas medis.

"Jalan pandemi masih panjang dan keputusan yang dibuat oleh para pemimpin dan warga dalam beberapa hari mendatang akan menentukan perjalanan virus dalam jangka pendek dan kapan pandemi ini pada akhirnya akan berakhir," ujar Tedros seperti dikutip dari AFP, Sabtu (5/12/2020).

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis Covid-19 WHO, menambahkan bahwa keputusan ini "dapat berarti hidup dan mati bagi kita, hidup dan mati bagi keluarga kita".

Berdasarkan data WHO, sekitar 51 vaksin Covid-19 sedang diuji ke manusia di mana 13 di antaranya sedang dalam tahap uji klinis tahap akhir. Sebanyak 163 vaksin lainnya sedang dikembangkan di laboratorium.

"Saya telah melihat vaksin mengubah dunia dan mengubah arah epidemi, dan saya sepenuhnya berharap bahwa vaksin ini dan yang akan datang akan melakukannya," kata kata direktur kedaruratan WHO Michael Ryan. Tapi dia memperingatkan agar orang perlu menyadari vaksin "tidak akan tersedia untuk semua orang awal tahun depan".

Sebelumnya, Michael Ryan juga mengungkapkan penemuan dan pendistribusian vaksin untuk melawan pandemi Covid-19 tidak akan dengan sendirinya menghilangkan virus corona yang mematikan.

"Vaksin tidak sama dengan nol Covid," kata direktur kedaruratan WHO Michael Ryan, seperti dikutip dari AFP. "Vaksin dan vaksinasi akan menambah alat utama, dan alat kuat dalam peralatan yang kita miliki. Tapi mereka tidak akan melakukan pekerjaan itu dengan sendiri."

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar