Mantan Kepala BIN Buka Suara, Ternyata Ini Masalah Utama TNI vs FPI

Sabtu, 21/11/2020 12:02 WIB
Mantan Kepala BIN Sutiyoso ungkap masalah utama konflik TNI dengan FPI. (Antara)

Mantan Kepala BIN Sutiyoso ungkap masalah utama konflik TNI dengan FPI. (Antara)

Jakarta, law-justice.co - Langkah anggota TNI ikut mencopot baliho Habib Rizieq Syihab membuat FPI marah. Bahkan mereka hampir bentrok di dekat kawasan markas FPI.

Terkait kisruh tersebut, mantan Kepala BIN Sutiyoso pun angkat bicara. Dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam di tvOne, Sutiyoso menguraikan pokok masalah ketegangan Habib Rizieq Shihab (FPI) dengan TNI.

“Kalau kita simak dari pernyataan TNI, akhir-akhir ini kan melakukan sidak ke pasukan elite, Kopassus, Marinir, Kopaska. Tapi sebelum itu, ada juga pernyataan yang sangat tegas (Panglima TNI) didampingi komandan pasukan elite plus Pangkostrad untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya seperti dikutip, Sabtu (21/11/2020).

Pria yang akrab disapa Bang Yos itu mengatakan TNI memang sudah mulai menggerakkan atau menyiapkan pasukan-pasukan elite. Termasuk dengan Kostrad yang jumlah pasukannya sangat besar, yang dianggap Sutiyoso juga sudah dipersiapkan.

Ujungnya tentu, meninggalkan kesan ke permukaan atau ke masyarakat kalau TNI memang serius menghadapi masalah bangsa. Masalah bangsa dalam hal ini, sambung Sutiyoso, pertama soal penanganan pandemi covid-19.

Menurutnya, pemerintah dinilai sudah sangat serius menanganinya, termasuk melibatkan semua kekuatan yang ada, baik dari kementerian, Pemerintah Daerah, TNI-Polri, masyarakat hingga sukarelawan.

“Sudah all out dikerahkan. Namun tentu bukan masalah ini berarti kan,” kata Sutiyoso.

Adapun masalah bangsa lainnya adalah pasca kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.


Kepulangan itu menimbulkan kehebohan di sana-sini, mulai dari penjemputan di bandara, maulid, pernikahan putrinya, hingga kemudian sukses mengumpulkan massa yang sangat besar.

Kaitannya dengan tupoksi TNI, lanjutnya, memang hanya tunggal, yakni soal pertahanan. Namun, mantan ketua BIN ini mengatakan sekarang belum ada tanda-tanda diserang lawan.

“Tapi memang TNI bisa diberikan tugas lain,” kata dia lagi.

Oleh sebab itu, soal pencopotan baliho Habib Rizieq oleh TNI dianggap tidak tepat menurut Sutiyoso. Sebab, hal ini justru menjadi duduk perkara pemicu stigma di masyarakat kalau yang tegang berhadapan adalah TNI.

Padahal jika pencopotan baliho tidak dilakukan TNI, stigmanya tidak demikian sekarang ini.

“Terjawab saat Kodam Jaya bersihkan baliho yang memuat gambar dari HRS. Inilah, menurut pandangan saya, padahal cukup dilakukan oleh Trantib, kalau kewalahan minta bantuan Polisi, baru TNI. Itu pun status TNI hanya sekadar bantu saja, jangan dilakukan sendiri.”

“Makanya kini seolah yang berhadapan TNI vs HRS, padahal TNI ada di kelompok masyarakat kita juga,” ungkapnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar