Qodari: Ahok Cuma Cocok di Swasta, Bukan di Jabatan Publik!

Senin, 28/09/2020 09:40 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (merdeka).

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (merdeka).

Jakarta, law-justice.co - Pengamat Politik, Muhammad Qodari menyebut sosok Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok adalah sosok yang idealis.

Namun kata dia, dibalik hal tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu kerap menimbulkan kontroversi.

Direktur eksekutif Indo Barometer itu menilai, Ahok tidak cocok mengemban jabatan publik. Hal itu lantaran, dirinya memiliki komunikasi yang terbilang buruk

"Ahok cuma tepat di ranah swasta. Diperusahaan swasta. Nggak cocok yang jabatan publik atau berinteraksi dengan publik," jelas Qodari dalam Channel YouTube Helmi Yahya, Minggu 27 September 2020.

Untuk itu, setelah Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero), Qodari menyarankan kepada mantan anggota DPRD Bangka Belitung itu untuk mempunyai Juru bicara.

Namun, dengan nada kecewa Qodari mengatakan di depan Helmi Yahya bahwa saran tersebut tidak diikuti. Akibatnya Ahok kembali menuai kontroversi atas pernyataan yang ia lontarkan.

"Pak ahok tidak punya sensitivitas komunikasi. Apa yang harusnya diomongin di dalam di omongin di luar. Dia tidak tahu situasi dan kondisi," jelasnya.

Poinnya beliau ini pertama bombastis, kedua emosional, ketiga sulit membedakan kapan dan dimana berbicara," pungkasnya.

Simak pernyataan lengkapnya dalam video berikut:

 

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar