Syekh Ali Jaber Buka Suara Mengenai Kronologi Penusukannya

Rabu, 16/09/2020 20:39 WIB
Syekh Ali Jaber. (Dream.co.id)

Syekh Ali Jaber. (Dream.co.id)

Jakarta, law-justice.co - Syekh Ali Jaber buka suara terkait kasus penusukan yang terjadi terhadap dirinya. Syekh Ali pun menjelaskan secara detail mengenai persitiwa penusukan tersebut yang disampaikannya melalui sebuah video yang diunggah pada kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Pemilik nama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini menuturkan, kala itu dirinya tengah menghadiri sebuah acara wisuda di Kota Bandar Lampung, Lampung. Seperti yang biasa dilakukannya tiap kali menghadiri wisuda, Syekh Ali meminta seorang murid untuk membacakan Surat Al-Fatihah.

"Jadi pas acara di Bandar Lampung itu, saya ini baru mulai sore hari kira-kira 16.30. Saya punya kebiasaan kalau hadiri acara wisuda saya minta tes bacaan," ujar Syekh Ali seperti dikutip iNews.id, Rabu (16/9/2020).

Setelah berhasil membaca surat tersebut dengan baik, Syekh Ali pun menawarkan hadiah. Dia pun mengundang ibunda sang murid untuk naik ke atas panggung.

"Saya suruh ibunya naik, saya minta, `Bu boleh enggak pinjam hpnya`. Sebenarnya niat saya mau video hadiah kejutan `Selamat ibu dan anaknya dapat hadiah umrah` tapi pakai selfie," ujar Syekh Ali.

Sayangnya, kala itu memori telepon genggam yang dimiliki ibu sang murid sangat penuh, sehingga tak bisa mengambil foto maupun video. Hingga akhirnya, Syekh Ali meminta untuk dipinjamkan telepon genggam kepada para murid lainnya.

"Saya rasa ada orang mendekat lari. Pikiran saya dalam hitungan detik mau kasih hp. Karena saya kan menunggu, saya pinjam hp untuk foto," katanya.

"Begitu datang, saya terkejut dia lari. Dia pun ketika melihat saya memandangi dia, dia pun kaget. Saya merasa kalau posisi saya masih diam, sudah jelas sudah habis lah," ujar Syekh Ali menambahkan.

Syekh Ali menuturkan, tusukan sang pemuda yang tak dikenalnya tersebut nampak seperti mengarah ke bagian atas tubuhnya, seperti leher atau kepala. Bahkan ketika pisau tersebut telah tertancap, pemuda itu masih berusaha untuk menyerangnya kembali hingga membuat pisau tersebut patah.

"Ketika tertusuk, dia nampaknya masih pegang kuat. Saya mengiranya dia mau cabut, lalu tusuk lagi, tapi ternyata patah karena saya langsung berdiri," katanya.

Ulama penulis buku `Cahaya dari Madinah` ini mengaku ikhlas menerima peristiwa yang telah menimpanya tersebut. Dia bahkan mengaku merasa tenang dan tak mengalami trauma.

"Saya jujur saja, di saat kejadian ini tidak tahu ya. Rasa saya tenang, jiwa saya adem, tidak merasa gelisah, trauma, santai, justru yang saya pikirkan menyelamatkan dia (pelaku)," ujar Syekh Ali.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar