Ini Profil Bachtaruddin, Kakek Arteria yang Disebut Pendiri PKI Sumbar

Kamis, 10/09/2020 06:55 WIB
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan. (Foto: CNNIndonesia.com)

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan. (Foto: CNNIndonesia.com)

Jakarta, law-justice.co - Tayangan ILC TV One baru-baru ini menarik perhatian publik. Selain topik polemik pernyataan Puan Maharani tentang Sumbar dan Pancasila, terungkap pula kakek Arteria Dahlan adalah pendiri Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumbar.

Hal itu diungkap wartawan senior, Hasril Chaniago. Dan Arteria Dahlan tidak membantah ketika diungkap hal itu.

Seperti melansir riau24.com, pendiri PKI Sumbar adalah Bachtaruddin. Lahir di Maninjau, 1907 dan meninggal di Jakarta, 24 Juni 1956.

Informasi Wikipedia tertulis Bachtaruddin menamatkan pendidikan di Hollandsch Chineesche School (HIS) dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Jakarta.

Penulis Hasril Chaniago mencatat Bachtaruddin pernah jadi polisi dan berpangkat Keibu (Inspektur Polisi) di kepolisian di zaman penjajahan Jepang.

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Bachtaruddin berhenti dari polisi untuk mengorganisasikan PKI di Sumbar.

Kemudian dalam pemilu 1955, Bachtaruddin terpilih sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai PKI mewakili daerah pemilihan Sumatera Tengah. Di DPR RI, Bachtaruddin jadi pimpinan Fraksi PKI dengan jabatan Wakil Ketua I.

Akademi Ilmu Politik Bachtaruddin, yang diambil dari namanya, didirikan setelah kematiannya sebagai sekolah bagi kader-kader PKI pada waktu itu.

Namun di laman berita RMOL, Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan yang disebut keturunan pendiri PKI Sumbar membantah pernyataan Hasril Chaniago. Arteria menyebut kakeknya tokoh dari Partai Masyumi.

Sebelumnya, sosok anggota Komisi III DPR F-PDIP Arteria Dahlan kembali menjadi sorotan setelah kakeknya disebut sebagai pendiri PKI di Sumatera Barat (Sumbar). Budayawan Sumbar Hasril Chaniago menjelaskan soal ucapannya itu.

Hasril Chaniago awalnya menyinggung soal kakek Arteria Dahlan bernama Bachtarudin dalam sebuah diskusi.

Hasril menjelaskan, dia bicara dalam konteks memaparkan demokrasi masyarakat Minangkabau, bahkan dalam lingkup keluarga.

"Konteksnya itu saya bicara tentang demokrasi orang Minang. Di dalam satu keluarga kecil saja itu bisa orang berdiri di aliran politik berbeda-beda," kata Hasril saat dihubungi, Rabu (9/9/2020).

Hasril menjelaskan keluarga Arteria Dahlan berasal dari daerah Maninjau, Sumbar. Bachtarudin masih sepupu pahlawan nasional HR Rasuna Said.

"Jadi ada satu keluarga di Maninjau itu, di situ ada Rasuna Said pahlawan nasional itu Masyumi, kemudian ada namanya Bachtarudin, masih sepupu sama dia (Rasuna Said). Dia (Bachtarudin) itu pendiri PKI (di Sumbar). Jadi, bagi orang Minang, berbeda aliran politik itu biasa," ujarnya.

"Janganlah, konteks Minangkabau dalam keluarga kecil saja bisa beda seperti itu. Dan kebetulan Arteria Dahlan ini dia termasuk dalam keluarga itu," imbuh Hasril, yang juga Wakil Ketua Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau.

Hasril mengaku sudah menyampaikan itu kepada Arteria sebelum acara diskusi dimulai. Hasril berteman dengan paman Arteria.

"Kebetulan saya berteman dengan mamaknya atau paman Arteria ini. Jadi dia ceritakan, jadi Rasuna Said dan, ini pamannya informasikan ke saya, kami dekat semua, Bachtarudin, kami juga keluarga, itu katanya. Jadi memang biasa saja, tapi kami saling menjaga," tuturnya.

Hasril menjelaskan keluarga Arteria merupakan Masyumi. Bachtarudin merupakan kakek Arteria dari garis ibu.

"Jadi keluarga Arteria ini dia Masyumi, ini masih kakek dari garis ibu, matrilineal. Jadi Minang ini kan matrilineal, yang dari pihak ibu juga kakek kan. Saya bicaranya dalam konteks demokrasi orang Minang, bukan menuduh Arteria PKI. Saya tahu keluarga itu keluarga Masyumi dia, tolong tidak disalahpahami. Dan saya kasih tahu Arteria, dia benarkan," ujarnya.

Hasril menambahkan, Bachtarudin merupakan pendiri PKI Sumbar pada 1945. Dia terpilih menjadi anggota konstituante dalam Pemilu 1955.

"Bachtarudin, dia pendiri PKI Sumatera Barat, dan pernah jadi anggota konstituante, terpilih dalam Pemilu `55," ujarnya.

"Karena dia Ketua PKI Sumbar dan terpilih jadi anggota konstituante dalam Pemilu 55," tuturnya.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar