Masak Nasi Goreng, Cara Firli Tutup Kelemahannya Tangani Korupsi

Rabu, 22/01/2020 15:30 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri saat sedang masak nasi goreng (Kompas)

Ketua KPK Firli Bahuri saat sedang masak nasi goreng (Kompas)

Jakarta, law-justice.co - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri sempat menunjukkan aksi masak nasi goreng dihadapan wartawan dan dewas pengawas KPK pada Senin (20/1/2020) malam. ternyata aksi tersebut dinilai pengamat politik Muslim Arbi sebagai cara untuk menutupi ketidakmampuannya menangani kasus korupsi yang besar.

“Firli ingin dekat ke wartawan agar tidak kritis ke pimpinan KPK sekarang, dan juga untuk tutupi ketidakbecusannya tangani kasus korupsi,” kata Muslim seperti dikutip dari suaranasional.com.

Lebih lanjut dia menambahkan, masyarakat dan kalangan akademisi menilai KPK di bawah Firli sudah tidak independen lagi. Sebab statusnya saat ini sudah berada dibawah pemerintah.“KPK sudah tidak independen lagi,” jelas Muslim.
Menurut Muslim, harusnya Firli bersama Dewan Pengawas KPK mengajak diskusi secara terbuka untuk membahas pemberantasan korupsi. Nantinya, dalam diskusi tersebut wartawan bisa memberikan masukan atau kritik soal pemberantasan korupsi.

“Dari diskusi itu, wartawan bisa memberikan masukan dalam pemberantasan korupsi,” papar Muslim.

Sebelumnya, pimpinan KPK menggelar acara silaturahmi antara pegawai, Dewan Pengawas dan awak media KPK pada Senin malam, 20 Januari 2020 di Gedung Merah Putih, Jakarta. Malam itu dia menggunakan celemek dan topi koki berwarna putih untuk memasak nasi goreng.

Firli Bahuri pernah mengatakan bahwa dirinya akan menggunakan pendekatan santai kepada para jurnalis setelah dilantik sebagai pimpinan KPK pada Desember 2019. “Saya banyak cara untuk membangun komunikasi tersebut. Tidak hanya sekadar konferensi pers dan selesai. Tidak. Kita bisa bangun di setiap lini: nongkrong minum kopi, saya masakin nasgor, dan kawan-kawan yang bernyanyi,” kata Firli pada 27 Desember 2019.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar