Japek Masih Padat Bukti Bangun Jalan Bukan Solusi Atasi Kemacetan

Rabu, 25/12/2019 08:39 WIB
Japek Masih Padat Bukti Bangun Jalan Bukan Solusi Atasi Kemacetan. (detik)

Japek Masih Padat Bukti Bangun Jalan Bukan Solusi Atasi Kemacetan. (detik)

Jakarta, law-justice.co - Hingga saat ini, Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) elevated atau layang yang dibuka untuk umum sejak 15 Desember 2019 lalu menuai kritik dari para pengguna jalan.

Mulai dari kontur jalannya yang bergelombang, sambungan jalannya yang tak mulus hingga kemacetan panjang saat arus libur Natal pada pekan lalu yang tak terhindarkan.

Kritik yang terakhir sendiri menjadi kontradiktif saat tujuan dibangunnya tol layang terpanjang di Indonesia tersebut justru untuk mengurai kemacetan. Presiden Jokowi bahkan berharap kemacetan berkurang hingga 30%.

Nyatanya, jalan bebas hambatan tersebut ikutan macet menyusul jalan tol eksisting yang ada di bawahnya. Meski regulator sendiri berkilah kemacetan tersebut lebih dikarenakan faktor euforia.

Pengamat transportasi sekaligus akademisi dari Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno menganggap membangun jalan tetap bukan solusi mengatasi kemacetan. Buktinya, kemacetan tol Japek yang telah dibangun bertingkat nyatanya tetap tak berkurang.

"Menandakan jika ingin mengatasi kemacetan bukan menambah kapasitas jalan. Tapi harus segera menambah kapasitas transportasi umum," katanya lewat pesan singkat seperti melansir detikcom, Selasa (24/12/2019).

Djoko memaklumi adanya euforia masyarakat turut berkontribusi pada kemacetan yang tak terhindarkan. Namun kemampuan jalan yang telah dibangun untuk mengurai kemacetan bisa diuji nanti saat sudah beroperasi secara komersial.

"Lalu lintas liburan tahun baru dan natal tidak bisa dijadikan dasar untuk perencanaan infrastruktur, namun hanya dapat digunakan sebagai dasar menetapkan manajemen lalu lintas yang harus dilakukan," katanya.

Terkait kapasitas transportasi umum yang dapat ditingkatkan, Djoko berpendapat untuk sementara ini bisa menunggu realisasi pembangunan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat yang turut melalui jalur tersebut.

"Menunggu LRT Jabodebek 2021 selesai dan Kereta Cepat 2024 beroperasi," ungkapnya.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar