Jelang Pilpres, Rupiah malah Melemah

Selasa, 16/04/2019 11:02 WIB
Mata uang Rupiah melemah (Foto: Tempo)

Mata uang Rupiah melemah (Foto: Tempo)

Jakarta, law-justice.co - Menjelang pemilihan umum, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sudah resmi melemah. Padahal cukup banyak sentimen positif yang bisa menjadi modal bagi penguatan rupiah, tetapi belum bisa dimanfaatkan.

Pada Selasa (16/4/2019) pukul 09:00 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.055. Tidak berubah dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya alias stagnan.

Seiring perjalanan pasar, akhirnya rupiah jatuh ke zona merah. Pada pukul 09:21 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.065 di mana rupiah melemah 0,07%.


Dari sisi eksternal, sebenarnya ada ruang yang bisa dimanfaatkan oleh rupiah agar bisa menyeberang ke zona hijau. Pertama, data ekonomi China kembali positif yang menunjukkan geliat permintaan di Negeri Tirai Bambu.

Pada Maret, rata-rata harga rumah baru di China naik 10,6% year-on-year (YoY). Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak April 2017.

Properti adalah satu sektor penting yang bisa mempengaruhi bidang usaha lainnya, Industri manufaktur sampai perbankan akan bergerak maju saat properti tumbuh.

China adalah perekonomian nomor 2 dunia dan terbesar di Asia. Ketika ekonomi China membaik, maka permintaan terhadap produk-produk luar negeri tentu akan meningkat, termasuk dari Indonesia. Ekspor Indonesia akan membaik, pasokan valas meningkat, dan rupiah pun berpotensi menguat.

Kedua, perkembangan harga minyak juga semestinya positif buat rupiah. Pada pukul 09:10 WIB, harga minyak jenis brent dan light sweet turun masing-masing 0,37% dan 0,22%.

Sebagaimana yang dilansir dari CNBC Indonesia, Indonesia adalah negara net importir minyak, yang suka tidak suka harus mengimpor karena produksi dalam negeri belum mencukupi. Saat harga minyak turun, maka kebutuhan valas untuk impor pun bisa dihemat. Tidak banyak devisa yang `terbakar` untuk impor minyak membuat rupiah seharusnya bisa lebih kuat.

 

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar