AS Menawarkan Rp362 M untuk Informasi Soal Program Nuklir Iran
Presiden Iran Hasan Rouhani tengah berada di Laboratorium Pengayaan Nuklir Iran (BBC)
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/11/2026), mengumumkan penawaran tersebut dalam pernyataan via media sosial X. Penawaran itu merupakan bagian dari program Departemen Luar Negeri AS yang bernama "Rewards for Justice".
"Menawarkan imbalan hingga US$ 20 juta dan kemungkinan relokasi bagi informasi mengenai program nuklir Iran, termasuk fasilitas, peralatan, dan personel yang terlibat, mencakup mereka yang berada dalam komunitas ilmiah," demikian penawaran CENTCOM.
Program ini dibentuk pada tahun 1984 silam, di bawah kerangka program imbalan keamanan nasional Departemen Luar Negeri AS, yang bertujuan memberikan kompensasi finansial bagi informasi yang dapat melindungi nyawa dan kepentingan Amerika.
Dalam pernyataan terpisah soal penawaran imbalan itu, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan bahwa "ketidakpatuhan Iran terhadap kewajiban pengawasan IAEA (Badan Energi Atom Internasional) telah menyebabkan hilangnya `kesinambungan pengetahuan` badan tersebut mengenai produksi dan invetaris komponen-komponen kunci Iran, seperti centrifuges".
Tidak dijelaskan secara spesifik mengenai kriteria informasi seperti apa yang akan memenuhi syarat untuk mendapatkan imbalan sebesar US$ 20 juta tersebut.
Trump berulang kali mengatakan bahwa pasukan AS telah melumpuhkan program nuklir Iran secara efektif.

Komentar