Iran Disebut Simpan Fasilitas Nuklir 100 Meter di Bawah Gunung Pickaxe

Rabu, 22/07/2026 22:18 WIB
Bendera Iran (net)

Bendera Iran (net)

law-justice.co - Iran disebut masih menyembunyikan fasilitas nuklir termasuk sentrifus pengayaan uranium dengan kedalaman 100 meter di bawah Pegunungan Pickaxe, Kota Natanz.

Fasilitas tersebut yang diincar Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk dibombardir. Salah satu yang akan dihancurkan adalah gerbang depan fasilitas penyimpanan uranium yang dikayakan Iran di gugus Pegunungan Pickaxe.

Sentrifus pengayaan uranium itu tepat berada di bawah gunung Kuh-e Kolang Gaz La. Kolang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Pickaxe berdasarkan Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS).

Pembangunan fasilitas tersebut dimulai pada 2020. Saat itu Iran menyatakan kepada Badan Energi Atom Internasional PBB bahwa fasilitas itu sebagai masa depan untuk merakit sentrifugal yang membuat pembangkit energi dari nuklir.

Fasilitas bawah tanah itu dianggap masih menjadi misteri yang belum bisa dibongkar luar. Tak ada informasih mengenai skema fasilitas itu yang tersedia secara umum dan para ahli hanya bisa memperkirakannya melalui satelit.

Melalui citra-citra ini, ISIS mengatakan dalam sebuah laporan baru-baru ini, "kita tahu bahwa fasilitas tersebut memiliki beberapa kompleks terowongan, perimeter keamanan yang besar, dan pintu masuk yang telah diperkuat dengan beton untuk perlindungan dari potensi serangan udara."

Para ahli meyakini bahwa fasilitas di pegunungan Pickaxe itu belum beroperasi dan masih dalam proses pengerjaan.

Upaya-upaya tersebut kemungkinan telah meningkat dalam setahun terakhir, dengan pembangunan yang meningkat setelah Israel dan AS menargetkan fasilitas nuklir Iran lainnya pada Juni 2025. Di antara fasilitas yang diserang adalah kompleks pengayaan uranium Natanz, hanya beberapa mil dari Gunung Pickaxe.

Pusat Studi Strategis & Internasional menilai terdapat sejumlah kemungkinan peningkatan aktivitas di Pickaxe,

Iran mungkin tengah membangun sentrifugal, seperti yang telah mereka sampaikan kepada PBB. Mereka mungkin memperluas misi mereka, memindahkan operasi dari fasilitas lain yang hancur; atau mereka mungkin sedang menciptakan fasilitas rahasia untuk memperkaya uranium, komponen kunci untuk membuat senjata nuklir.

Intelijen Israel mencurigai Iran memindahkan sebagian dari persediaan uranium yang diperkaya dan sentrifugal pengayaan canggihnya ke Gunung Pickaxe setelah serangan Juni lalu, kata sebuah sumber Israel yang mengetahui masalah tersebut kepada CNN.

Selama perang 12 hari itu, Israel menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran yaitu Natanz, Isfahan, dan Fordow. Serangan udara tersebut juga menewaskan sejumlah ilmuwan terkemuka yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan nuklir.

AS bergabung dalam pertempuran menjelang akhir perang, menyerang tiga fasilitas yang sama dengan bom yang jauh lebih kuat, serangan yang menurut Trump telah menghancurkan fasilitas nuklir. Tetapi baik AS maupun Israel tidak menyerang Gunung Pickaxe.

(Yudi Rachman\Ade Irmansyah)

Share:




Berita Terkait

Komentar