Soal Acara Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Polisi Minta Maaf
Jelang Aksi 27 Agustus di DPR, Polda Metro Jaya Tangkap 65 Orang. (Tirto).
law-justice.co - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya meminta maaf atas hebohnya pemberitaan terkait dengan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026. Deklarasi yang digelar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Oktober 2026, itu memicu perdebatan di publik.
Salah satu polemik yang muncul di publik adalah karena dugaan pengerahan mahasiswa gadungan. “Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto, dalam keterangan tertulis mengutip Tempo, Minggu (1/11/2026).
Publik menyoroti kehadiran sejumlah tokoh seperti Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten Willie Salim. Budi mengatakan kehadiran Raffi dan Willie atas undangan kepolisian. “Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” kata Budi.
Budi mengatakan, kepolisian memahami kritik yang timbul. Kepolisian, kata dia, menjadikan kritik publik sebagai bahan evaluasi agar pelayanan menjadi lebih baik. “Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada utk menjadi evaluasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia Tahun 2026 bersama tokoh serta sekitar 100 orang yang diklaim sebagai mahasiswa, di kawasan Bundaran HI pada Kamis. Mereka mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.”
Budi Hermanto mengatakan agenda ini sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa, masyarakat, dan jajaran aparat pengamanan. “Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi, seperti dikutip Antara.
Sementara, Raffi Ahmad mengaku hadir sebagai undangan dalam kegiatan kepemudaan itu yang digelar Polda Metro Jaya. Ia mengaku datang dengan niat tulus dengan itikad baik tanpa niat mencederai semangat perjuangan generasi muda.
Willie Salim juga memberikan penjelasan melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengatakan hadir karena mendapatkan undangan. Willie mengaku tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan pesert acara, serta tidak menerima bayaran ataupun imbalan dalam bentuk apapun.




Komentar