Ancam Putus Internet Indonesia, Siapa Lebih Rugi?

Sabtu, 31/10/2026 21:12 WIB
Ancam Putus Internet Indonesia, Siapa Lebih Rugi? foto : rsis.edu.sg

Ancam Putus Internet Indonesia, Siapa Lebih Rugi? foto : rsis.edu.sg

law-justice.co -  

Singapura negara terecil di Asia Tenggara , luasnya 744,3 km2 sedangkan  Indonesia terluas dengan 1,9 juta km 2 . Tetapi dari presentase luas singapura hanya 0,04 % dari total luas wilayah indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama sejumlah analis, sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Tanah Air masih dialirkan melalui Singapura. Ketergantungan ini bukan sekadar soal geografi, melainkan menyangkut kedaulatan digital . 

Menanggapi hal tersebut, Meutya Hafid meminta masyarakat Indonesia tidak terpancing oleh pernyataan Calvin. Ia mengingatkan bahwa jaringan komunikasi kedua negara saling membutuhkan dan gangguan pada kabel laut juga dapat merugikan Singapura.

"Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia," kata Meutya.

"Jika terpotong atau dipotong, 80 persen kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh," lanjutnya.

Berapa Kerugian Singapura jika Internet Terputus?
Singapura merupakan pusat bisnis dan teknologi yang banyak menggunakan layanan internet internasional untuk menjalankan kegiatan ekonominya. Karena itu, gangguan besar terhadap kabel bawah laut dapat memengaruhi perbankan, perdagangan, pusat data, dan perusahaan teknologi.

Singapura berpotensi mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar jika akses internet terputus total. Penyebabnya, negara tersebut sangat bergantung pada internet untuk menjalankan kegiatan bisnis, perbankan, perdagangan, transportasi, hingga layanan pemerintahan

Berapa perkiraan kerugiannya?
Sebuah studi Deloitte mengenai dampak gangguan internet memperkirakan bahwa negara dengan tingkat konektivitas internet tinggi dapat kehilangan rata-rata US$23,6 juta per hari untuk setiap 10 juta penduduk

Berdasarkan laporan Infocomm Media Development Authority (IMDA), ekonomi digital Singapura mencapai S144,1 miliar atau sekitar US112,4 miliar pada 2025. Nilai tersebut menyumbang 19,3 persen terhadap total perekonomian negara itu.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024 ketika ekonomi digital Singapura bernilai Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024 ketika ekonomi digital Singapura bernilai   S136, 5miliar,dengan pertumbuhan tahunan  mencapai  5,6persen.   Sektor informasi dan komunikasi sendiri  menyumbang S47,1 miliar, sedangkan kegiatan digital di sektor lain mencapai S$97 miliar.

Kerugian sebenarnya bergantung pada berapa lama gangguan berlangsung, berapa banyak layanan yang berhenti, dan kemampuan operator menggunakan jaringan cadangan. Hingga kini, belum ada perhitungan resmi mengenai kerugian Singapura apabila kabel internet yang terhubung dengan Indonesia terputus.

Indonesia dan Singapura Sama-Sama Membutuhkan

Pemerintah kedua negara memiliki kepentingan menjaga keamanan kabel laut karena gangguan besar dapat berdampak pada banyak pengguna. Penguatan jaringan cadangan dan perlindungan kabel menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko tersebut.

Dengan ekonomi digital Singapura mencapai S$144,1 miliar, gangguan internet berskala besar berpotensi berdampak pada berbagai kegiatan bisnis. Namun, belum ada bukti bahwa pemutusan internet Indonesia akan menyebabkan seluruh konektivitas Singapura lumpuh.

 

 

Singapura juga memiliki sekitar 222.200 pekerja teknologi pada 2025, meningkat 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan besarnya kegiatan usaha dan lapangan kerja yang berkaitan dengan teknologi digital.

Apabila jaringan internet internasional mengalami gangguan besar, transaksi perbankan dapat tertunda dan layanan pusat data berpotensi mengalami penurunan kualitas. Perusahaan perdagangan serta layanan belanja online juga bisa menghadapi kendala dalam melayani pelanggan.

Jika dibagi rata selama setahun, nilai ekonomi digital Singapura tersebut setara sekitar S394,8jutaperhariatauS16,45 juta per jam. Namun, angka ini hanya menunjukkan besarnya kegiatan ekonomi digital, bukan jumlah kerugian jika kabel internet terputus.

Kerugian sebenarnya bergantung pada berapa lama gangguan berlangsung, berapa banyak layanan yang berhenti, dan kemampuan operator menggunakan jaringan cadangan. Hingga kini, belum ada perhitungan resmi mengenai kerugian Singapura apabila kabel internet yang terhubung dengan Indonesia terputus.

Singapura juga memiliki sejumlah jalur kabel internasional untuk menjaga konektivitas ketika salah satu jaringan mengalami kerusakan. Karena itu, tidak semua gangguan kabel laut akan menyebabkan layanan internet negara tersebut berhenti secara keseluruhan.

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar