Teddy Wibisana - Aktivis sosial (berpengalaman di industri farmasi BUMN dan Media)
Hari Pangan Sedunia dan Kampanye Meningkatkan Konsumsi Ikan
Teddy Wibisana, Aktivis sosial. (Sindonews)
law-justice.co - Tanggal 16 Oktober ditetapkan sebagai hari pangan sedunia karena bertepatan dengan hari lahirnya FAO (Food and Agriculture Organization), Organisasi Pangan dan Pertanian PBB pada 16 Oktober 1945. Dan kita beruntung, karena kita memiliki sumber pangan alami, yang sudah mendapat perhatian penuh pemerintah yaitu ikan, baik ikan laut maupun ikan air tawar.
Perhatian penuh pemerintah terhadap sektor kelautan dan perikanan sudah dilakukan sejak 26 Oktober 1999 setelah Presiden Abdurahman Wahid menandatangi terbentuknya Departemen Eksplorasi Laut (DEL) dengan menteri pertama Ir. Sarwono Kusumaatmaja. Nama tersebut beberapa kali mengalami perubahan, dan sejak tahun 2009 sampai sekarang resmi menggunakan nama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Perhatian khusus pemerintah pada sektor Kelautan dan Perikanan sudah sangat tepat, bukan hanya karena 70 persen wilayah kita adalah laut, tetapi juga terbukti produksi ikan kita, baik perikanan tangkap maupun budi daya, dari tahun 1999 sampai saat ini, meningkat 160 persen, dimana pada tahun 1999, produksi ikan nasional baru mencapai 10 juta ton, dan saat ini dibawah Trenggono sudah mencapai 26,4 juta ton.
Seharusnya peningkatan produksi harus pula diiringi dengan upaya peningkatan konsumsi ikan domestik. Dari oroduksi ikan 26,4 juta ton, konsumsi ikan dalam negeri jumlahnya masih dibawah 30 persen atau 8 ton. Sehingga masih sangat besar peluang untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional
Peningkatan konsumsi ikan masyarakat harus dioptimalkan dengan kampanye yang masif. Karena meningkatnya konsumsi ikan selain akan meningkatkan kontribusi sektor perikan pada PDB, yang saat ini mencapai 2 5 sampai 3 persen, juga akan mengurangi beban keuangan negara, karena akan mengurangi impor daging sapi. Dampak ini bisa terjadi akibat adanya pergeseran jenis protein yang dikonsumsi masyarakat dari daging ke ikan.
Selain itu, manfaat lain dari peningkatan konsumsi ikan, akan memperkuat kualitas sumber daya manusia kedepan. Ikan dan daging sumber protein hewani berkualitas tinggi, namun serat protein ikan lebih mudah dicerna dibandingkan dengan daging, dan nutrisi ikan jauh lebih baik dibanding daging.
Berbeda dengan daging yang memiliki kandungan lemak jenuh yang berbahaya bagi jantung, pada ikan justru mengandung Omega-3 (DHA dan EPA), lemak tak jenuh yang sangat baik untuk kesehatan jantung dan perkembangan otak pada anak. Maka pada keaempatan hari pangan ini, kita teruskan kampanye makan ikan secara masif, dan mengenalkan ikan secara dini ke anak, untuk kualitas SDM nasional kedepannya.




Komentar