3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Alami Luka Bakar
Kondisi ruko yang terdampak ledakan di Pakuwon City mulai lakukan perbaikan dan renovasi, Rabu (7/10/2026).(KOMPAS.com/AZWA SAFRINA)
law-justice.co - Tiga korban ledakan di Outlet Nasi Tempong Sri Dewi di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menjalani operasi akibat luka bakar di RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Direktur RSUD Dr Soetomo Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa menjelaskan, korban terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki. Ketiganya dilarikan ke rumah sakitnya sejak, Selasa (6/10) usai ledakan.
Pemeriksaan awal menunjukkan luka bakar di tubuh ketiganya berkisar 20 sampai 25 persen. Luka menyebar di wajah, kepala, leher atau dada, dan anggota gerak lainnya.
"Ketiganya mengalami luka bakar sekitar 20 hingga 25 persen yang tersebar di area wajah, kepala, leher atau dada dan anggota gerak lainnya," kata Cita, Rabu (7/10).
Cita mengatakan tim medis juga mencurigai para korban mengalami inhalasi atau blast injury, yaitu gangguan saluran napas karena menghirup asap panas atau gas beracun, atau cedera akibat efek ledakan. Karena itu dibutuhkan tindakan operasi.
"Ketiga pasien telah menjalani tindakan operasi pada Selasa (6/10). Setelah menjalani tindakan operasi, ketiga pasien saat ini mendapatkan perawatan dan pemantauan di Ruang Observasi Intensif (ROI) pascaoperasi," ujarnya.
Usai operasi, kata Cita, dokter saat ini terus memantau perkembangan luka bakar, fungsi napas, dan kondisi umum para pasien dari ruangan itu.
"Perawatan di ROI dilakukan untuk memastikan kondisi ketiga pasien dapat dipantau secara intensif setelah tindakan operasi, termasuk perkembangan kondisi luka bakar, fungsi pernapasan, serta kondisi umum pasien," ujarnya.
Cita memastikan ketiga pasien mendapatkan penanganan sesuai kondisi medis dan kebutuhan masing-masing. Pihaknya pun akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasien serta menentukan langkah penanganan selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi klinis.
"Tim medis akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasien serta menentukan langkah penanganan selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi klinis," katanya.
Sebuah ledakan keras dilaporkan terjadi di Depot Nasi Tempong Sri Dewi di kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10) pagi. Lima orang dilaporkan luka-luka akibat kejadian tersebut.
Sebanyak 58 bangunan yang terdiri dari 42 ruko dan 16 rumah warga dilaporkan rusak imbas ledakan ini. Selain itu sejumlah 3 kendaraan roda dua, 5 kendaraan roda empat juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menegaskan, berdasarkan pendalaman kepolisian, pusat ledakan berasal dari tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram yang mengalami kebocoran pada bagian pipa.
Luthfie menuturkan indikasi kebocoran itu sebenarnya sudah disadari oleh pekerja di rumah makan tersebut sesaat sebelum ledakan terjadi.
"Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," kata Luthfie.

Komentar