AS Tarik Pesawat Bomber dari Inggris, Ini Sebabnya

Rabu, 07/10/2026 23:14 WIB
Pesawat bomber milik Amerika Serikat (SCMP)

Pesawat bomber milik Amerika Serikat (SCMP)

law-justice.co - Amerika Serikat memiliki sejumlah pangkalan udara utama untuk mengoperasikan pesawat pengebom strategis. Pesawat-pesawat tersebut juga dikerahkan ke sejumlah pangkalan sekutu untuk menjalankan misi militer di berbagai wilayah.

Belasan pesawat pengebom B-1B Lancer milik AS meninggalkan RAF Fairford di Inggris pada Minggu (4/10) dan terbang kembali ke AS. Kepergian itu mengakhiri peran pangkalan tersebut sebagai salah satu titik peluncuran serangan AS terhadap Iran sejak 28 Februari.

RAF Fairford terletak sekitar 160 kilometer sebelah barat London. Pangkalan tersebut menjadi satu-satunya lapangan terbang Eropa milik Angkatan Udara AS yang dapat menampung pesawat pengebom berat.

Namun, keberadaan pesawat pengebom AS di Fairford mendapat perhatian setelah sejumlah orang ditangkap karena diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan tersebut. Selama dua minggu terakhir, enam orang ditangkap karena dicurigai melakukan "terorisme". Mereka semua dibebaskan dengan jaminan.

Pada 27 September, polisi Inggris menangkap lima pria karena diduga merencanakan penanaman bahan peledak di dekat Fairford. Polisi menemukan bensin di dalam van mereka, tetapi tidak menemukan alat peledak.

Kelima pria tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan. Polisi tetap melanjutkan penyelidikan terhadap mereka.

Polisi Inggris juga menangkap seorang warga negara Inggris-Iran berusia 25 tahun di London pada Kamis. Ia diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan udara tersebut dan kemudian dibebaskan dengan jaminan pada 3 Oktober.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan Iran diduga memiliki kaitan dengan rencana serangan tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan Iran.

Iran membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Iran juga memanggil duta besar Inggris di Teheran untuk memprotes penangkapan tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pemindahan pesawat pengebom dari Fairford dilakukan karena adanya ancaman yang berkaitan dengan Iran.

"Kami memindahkannya sedikit, tidak terlalu jauh," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (5/10).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan rotasi pesawat pengebom merupakan hal yang biasa. Ia juga mengatakan yakin terhadap keamanan pangkalan AS.

Pangkalan utama pesawat pengebom AS

Angkatan Udara AS saat ini mengoperasikan tiga jenis pesawat pengebom, yakni B-52 Stratofortress, B-1B Lancer, serta jenis ke-empat dalam pengembangan, yaitu B-2 Spirit. AS juga sedang mengembangkan pesawat pengebom generasi baru, B-21 Raider.

B-52 merupakan pesawat pengebom tertua yang masih digunakan AS. Pesawat B-52H yang beroperasi saat ini mulai dibangun pada awal 1960-an.

Pesawat tersebut memiliki bentang sayap sekitar 56 meter dan dapat membawa sekitar 31 ton senjata. Muatannya dapat berupa bom konvensional, bom nuklir, hingga rudal jelajah.

B-1B Lancer mulai beroperasi pada pertengahan 1980-an. Pesawat ini merupakan bomber tercepat AS dengan kemampuan mencapai sekitar 1,2 kali kecepatan suara.

B-1B dapat membawa sekitar 34 ton senjata. Pesawat ini memiliki kapasitas muatan konvensional terbesar di antara tiga jenis pengebom AS yang saat ini beroperasi. Namun, B-1B tidak lagi membawa senjata nuklir.

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar