Sudaryono: Penghujat Prabowo di Medsos Sebenarnya Bukan Manusia
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (7/8/2026). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menemukan sekitar 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga belum memenuhi standar dan sanitasi atau sertifikat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Robinsar Nainggolan
law-justice.co - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono buka suara menyoroti fenomena akun bot dan akun palsu yang menurutnya semakin memengaruhi percakapan di media sosial.
Sudaryono mengaitkan fenomena tersebut dengan banyaknya kritik dan hujatan yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, ramainya suatu narasi di media sosial tidak selalu mencerminkan pandangan masyarakat secara keseluruhan karena sebagian percakapan dapat didorong oleh akun yang bukan dijalankan oleh manusia.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya dan kemudian beredar di media sosial pada Selasa (22/9/2026).
Dalam pernyataannya, Sudaryono menyebut sebagian besar aktivitas di media sosial saat ini telah dipengaruhi oleh akun robot atau akun palsu. Ia bahkan memperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 60 persen.
"Namun sekarang ini, mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang. Sehingga apa yang ramai di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang," kata Sudaryono.
Menurut Sudaryono, akun-akun tersebut dapat digunakan untuk mengangkat topik tertentu secara berulang sehingga sebuah isu terlihat ramai dan kemudian ikut memengaruhi percakapan pengguna media sosial lainnya.
Dia mengatakan masyarakat perlu membedakan antara percakapan yang muncul dari pengguna asli dengan aktivitas akun otomatis maupun akun palsu.
"Hari ini yang namanya robot, akun palsu ini, itu kemudian menguasai topik-topik yang ingin mereka naikkan," ujarnya.
Sudaryono kemudian menghubungkan fenomena tersebut dengan kritik terhadap Presiden Prabowo. Dia menilai tidak seluruh hujatan yang terlihat ramai di media sosial berasal dari masyarakat yang secara langsung memiliki pandangan negatif terhadap Presiden.
"Jadi Pak Prabowo dihujat, itu yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang," ujar Sudaryono.
Dia melanjutkan, seseorang yang awalnya tidak memiliki sikap tertentu terhadap Prabowo dapat ikut memberikan hujatan setelah melihat sebuah narasi telah ramai diperbincangkan.
"Jadi Pak Prabowo dihujat itu, yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang, tapi orang kemudian karena ramai dia ikut menghujat," katanya.
Tidak berhenti pada persoalan akun bot, Sudaryono juga menyebut adanya pihak tertentu yang menurutnya berada di balik aktivitas akun-akun tersebut.
Dia menuding robot dan akun palsu dikendalikan oleh kelompok oligarki serta koruptor yang memiliki kepentingan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Prabowo.




Komentar