Komisi B Minta BUMD Jakarta Jaga Target Pendapatan 2026
Ketua Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Nova Harivan Paloh. (Tempo)
Komisi B DPRD DK Jakarta meminta BUMD tetap menjaga target pendapatan dalam perubahan APBD 2026 meski waktu pelaksanaannya relatif singkat. BUMD diminta fokus pada optimalisasi usaha dan efisiensi untuk menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BUMD harus disusun realistis tanpa mengorbankan target pendapatan.
Hal itu disampaikan Nova menanggapi rencana PT Food Station Tjipinang Jaya mengubah RKA setelah sejumlah komoditas tidak terserap sesuai target awal. Menurut dia, kondisi tersebut seharusnya menjadi dasar evaluasi usaha, bukan alasan untuk memangkas target pendapatan. “Setiap kegiatan dan target pendapatan BUMD harus disusun secara realistis, serta mengedepankan optimalisasi pendapatan,” kata Nova, Sabtu (15/8) sebagaimana dilansir Antaranews.
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Hengky Wijaya menambahkan, optimalisasi pendapatan perlu didukung sinergi antar-BUMD dan perangkat daerah. Salah satunya melalui pemanfaatan laboratorium milik Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI untuk pengujian beras di Food Station. “Sinergi BUMD itu sangat diperlukan,” ujar Hengky.
Menurut dia, pemanfaatan fasilitas milik Pemprov DKI dapat menekan biaya sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan BUMD. Sinergi tersebut diharapkan turut mengurangi potensi persoalan usaha dan meningkatkan kontribusi BUMD terhadap PAD.




Komentar