DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Warga Sipil di Yahukimo
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mafirion. (Fraksi PKB)
Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus penembakan tiga warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Menurutnya, negara harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat dan memastikan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
"Negara tidak boleh kalah oleh teror dan kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat Papua. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata," kata Mafirion dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026) sebagaimana dilansir Kompas.
Politikus PKB itu menegaskan proses penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan akuntabel. Ia juga mengecam keras aksi penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang menurutnya merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan. "Kami mengecam keras penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata OPM terhadap tiga warga sipil. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan," ujarnya.
Mafirion menilai kekerasan yang terus berulang di Tanah Papua menunjukkan perlunya penyelesaian konflik secara menyeluruh. Ia mendorong pemerintah mengedepankan pendekatan komprehensif melalui penegakan hukum, dialog yang konstruktif, serta percepatan pemerataan pembangunan. "Mau sampai kapan konflik yang menyebabkan warga sipil menjadi korban akan terus terjadi? Kekerasan ini harus dihentikan karena hanya memperpanjang penderitaan masyarakat Papua dan menghambat pembangunan," katanya.
Selain itu, Mafirion meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat kehadiran negara melalui peningkatan layanan publik, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di Papua.
Sementara itu, Komando Operasi TNI Habema memastikan terus memburu pelaku pembunuhan tiga warga sipil yang terjadi pada Senin (20/7/2026) di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan pengejaran dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan terhadap warga sipil.
Menurut TNI, pelaku diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin Kopitua Heluka. Ketiga korban merupakan orang asli Papua yang dituduh sebagai intelijen. "Kelompok tersebut menuduh korban adalah intelijen. Tuduhan itu tidak benar. Korban murni warga sipil dan tidak memiliki keterlibatan maupun kerja sama dengan TNI. Korban terdiri atas pasangan suami istri dan seorang perempuan asal Unaukam," ujar Wirya.
Kasus tersebut menambah daftar panjang kekerasan terhadap warga sipil di Papua dan kembali memunculkan desakan agar pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus mempercepat penyelesaian konflik secara damai dan berkeadilan.




Komentar