DPR: Kebijakan UMKM Harus Ikut Beradaptasi dengan Perilaku Gen Z

Sabtu, 18/07/2026 19:36 WIB
Ilustasi UMKM. Robinsar Nainggolan

Ilustasi UMKM. Robinsar Nainggolan

[INTRO]
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, menilai perubahan perilaku belanja Generasi Z (Gen Z) perlu menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun kebijakan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Menurutnya, pola konsumsi generasi muda saat ini menunjukkan pergeseran yang tidak bisa lagi dijawab dengan pendekatan konvensional.

Nila mengatakan fenomena yang ramai di media sosial, seperti antrean panjang di gerai kuliner viral namun minimnya minat terhadap layanan lain, bukan sekadar candaan di internet. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan indikator adanya perubahan perilaku konsumsi masyarakat, khususnya Gen Z.

"Hari ini saya melihat ada realitas psikologi pasar. Banyak meme di media sosial yang menunjukkan ketika Gen Z diberikan pilihan, mereka rela mengantri panjang demi kuliner viral. Ini bukan sekadar lelucon, tetapi indikator adanya pergeseran ekonomi makro," ujar Nila melalui keterangan yang diterima, Jumat (17/07/2026).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai Gen Z kini menjadi salah satu penopang konsumsi nasional karena lebih mengutamakan pengalaman (experience) dan interaksi sosial dalam setiap keputusan berbelanja. Karena itu, strategi pemerintah dalam membina UMKM harus disesuaikan dengan karakteristik pasar yang terus berubah.

Menurut Nila, serapan program UMKM dan kewirausahaan yang baru mencapai 51,64 persen menjadi sinyal perlunya evaluasi terhadap pola pembinaan yang selama ini dilakukan. Ia mengusulkan agar pelatihan formal yang dinilai kurang relevan mulai diarahkan ke program inkubasi bisnis yang sesuai dengan minat generasi muda.

"Kementerian harus mulai menggeser pelatihan-pelatihan formal yang bergaya lama menjadi fasilitasi inkubasi bisnis kuliner, fesyen, dan industri kreatif yang relevan dengan minat Gen Z hari ini," katanya.

Selain itu, Nila juga mendorong pemerintah memanfaatkan ekosistem digital yang telah menjadi ruang aktivitas Gen Z. Menurutnya, kementerian tidak cukup hanya membangun aplikasi sendiri, tetapi harus hadir sebagai agregator di platform digital yang telah memiliki basis pengguna besar.

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar