Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H.
Figur Kepercayaan Prabowo, Lanjut Eksekutif atau Tetap di Legislatif
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad (RMOL)
law-justice.co - Sufmi Dasco Ahmad atau yang biasa akrab disapa Dasco merupakan Politisi Partai Gerindra yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI (2019-2024). Dasco duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) sejak 2014 mewakili daerah pemilihan (Dapil) Banten III. Selain itu, Dasco kembali terpilih menjadi Anggota DPR RI pada periode 2024-2029.
Selain sebagai Politisi, Dasco juga merupakan seorang Akademisi, seperti diketahui bila Dasco merupakan Dosen Ilmu Hukum di Universitas Pakuan sejak tahun 2021. Dasco juga merupakan Rektor di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia sejak tahun 2020 dan ditetapkan sebagai Guru Besar Universitas Pakuan sejak tahun 2022.
Dasco juga merupakan pengurus Pelajar Islam Indonesia (PII) bersama dengan beberapa tokoh senior lainnya seperti Wapres ke 10 dan 12 Jusuf Kalla, Mahfud MD, Dahlan Iskan, hingga Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.
Dasco lahir di Bandung, pada 7 Oktober 1967 dan sempat menjalani masa kanak-kanak di Palembang sebelum pada akhirnya pindah ke SMP di Jakarta. Meski dikenal sebagai Dosen Ilmu Hukum, ternyata Dasco adalah lulusan Teknik Elektro S1 di Universitas Pancasila, sebelum akhirnya Dasco kembali mengambil kuliah S1-nya di Fakultas Ilmu Hukum Universitas Jakarta.
Kemudian, Dasco melanjutkan studi S2-nya di Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta dan studi S3-nya di Universitas Islam Bandung (Unisba). Sejak Partai Gerindra dibentuk pada tahun 2008, Dasco juga sudah bergabung dengan partai besutan Prabowo Subianto tersebut dan menjadi Ketua DPP Gerindra pada tahun 2008.
Sudah memakan asam garam dalam dunia politik, Dasco berbicara mengenai pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang sudah beberapa kali dilaksanakan termasuk Pemilu 2024. Dasco mengatakan, masyarakat dan para elite politik saat ini perlu mengingatkan kembali semangat pemilu pertama pada 1955.
Menurutnya, saat itu kadang terjadi perbedaan pendapat yang tajam di kalangan pemimpin bangsa, tetapi mereka tetap berada dalam semangat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
“Persaingan selama pelaksanaan Pemilihan Umum 1955 tidak menghilangkan semangat kebangsaan mereka. Pemilihan umum memang akan menghasilkan prestasi politik dalam sebuah suasana kontestasi tajam, tetapi para peserta pemilihan umum tersebut dapat kembali lagi menjalin persaudaraan sebagaimana juga diperlihatkan oleh para pemimpin Indonesia pasca Reformasi 1998,” kata Dasco melalui keterangannya kepada wartawan Law-Justice.
Dasco menyatakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu, maka perlu dilakukan upaya untuk mengakomodasi dinamika dan perkembangan masyarakat.
Partai politik juga perlu memberikan kontribusi yang besar dalam pemilu dengan menjadi organisasi yang bersifat nasional dan modern. Upaya tersebut antara lain dapat ditempuh melalui pendidikan politik.
"Tentu dengan pendidikan politik yang memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban, meningkatkan partisipasi politik dan inisiatif warga negara, serta meningkatkan kemandirian dan kedewasaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya.
Jadi Orang Kepercayaan Prabowo
Seperti diketahui, sejak Partai Gerindra dibentuk Dasco sudah menjadi pendiri dan kader partai besutan Prabowo Subianto tersebut sejak awal. Dasco saat ini menjabat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra, dan ia menceritakan bila sosok Prabowo adalah sosok yang memiliki kegigihan, keikhlasan dan dedikasi yang tinggi.
Dasco pun menceritakan saat Prabowo berada dalam masa sulit ada banyak yang mendampingi Prabowo untuk terus bertahan hingga saat ini. "Saat saya mendampingi Pak Prabowo di saat masa-masa sulit itu banyak yang terus bertahan sampai saat ini," ujarnya.
Wakil Ketua DPR RI tersebut menyatakan perlu proses yang panjang untuk berada di titik hingga saat ini. Menurutnya, sebuah perjuangan dengan kegigihan, keikhlasan, dedikasi dan Komitmen merupakan sesuatu yang tidak ternilai harganya.
Ia pun menyebut sangat belajar banyak dari sosok Prabowo Subianto, buah kesabaran yang dilewati secara bersama di masa sulit akhirnya bisa membuahkan hasil. "Kemudian saya bersyukur dengan teman-teman seperjuangan saya ini bahwa kita sudah sama-sama dengan sabar melewati sehingga membuahkan hasil seperti ini," ucapnya.
Ketua Harian Partai Gerindra tersebut menyatakan bila mengingat masa sulit beberapa waktu lalu tentu menjadi kenangan tersendiri bagi dirinya. Dasco menyatakan bila ia juga telah mengikuti sepak terjang Prabowo sejak tahun 2008 saat pertama kali mendirikan Partai Gerindra lalu saat ini menjadi Ketua Harian DPP Partai Gerindra hingga mendapatkan penugasan sebagai Wakil Ketua DPR RI.
"Kitakan pernah kalah waktu itu, ya tentu kalau tiap kalah ya kalau diingat ada dukanya dan ada sedihnya gitu," imbuhnya. Dasco menyebut dengan suka duka yang sudah dihadapi bersama Prabowo, salah satu poin penting yang ia yakini adalah bila Prabowo telah selesai dengan dirinya dan siap untuk membangun bangsa.
"Saya sampaikan bahwa Pak Prabowo itu sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sekarang ini, dia sudah membaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara, dalam rangka mempersiapkan anak bangsa menghadapi era Indonesia Emas nanti 2045," ujarnya.
Buah dari Kesabaran, Prabowo Menang di Pilpres 2024
Prabowo Subianto berhasil memenangkan kontestasi Pilpres 2024 dengan perolehan suara yang jauh lebih besar dari dua paslon lainnya yang mencapai 58%. Dasco menyatakan bila hal tersebut merupakan buah dari kesabaran yang selama ini dijalani oleh Prabowo Subianto hingga pada akhirnya berhasil menang di Pilpres 2024.
Dasco menuturkan salah satu ukuran kematangan dari seorang pemimpin bukan seberapa banyak ia memenangkan pertempuran tapi bagaimana pejuang tersebut bisa bangkit lagi.
"Bila ingin meraih cita-cita yang besar untuk persatuan dan kesatuan bangsa, maka kita harus memiliki hati seluas samudra dan jiwa yang ikhlas seperti langit di angkasa," tuturnya.
Dasco meyakini bila batas dari semua perjuangan seorang pemimpin bukanlah jabatan yang diraihnya akan tetapi visi dan tujuan bersama yang bisa diwujudkan secara bersama.
Seperti diketahui bila Prabowo kerap kali diserang oleh beberapa isu dan pernyataan negatif pada kontestasi Pilpres kemarin. Dasco menyebut bila kala itu ada narasi negatif yang ditujukan kepada Prabowo Subianto. Menurutnya, isi narasi negatif itu beragam, ada yang lama dan juga baru.
"Sebagaimana kita ketahui, setiap memasuki tahun perjuangan, Pak Prabowo kerap mendapat narasi negatif daur ulang tentang isu penculikan, pelanggaran HAM, kebangkitan Orde Baru hingga isu kejahatan lingkungan. Publik sudah cerdas, dan tidak mudah lagi digiring dengan isu-isu seperti ini," paparnya.
Dasco menyatakan bila semua tudingan yang ditujukan kepada Prabowo, sangat mudah untuk dijawab dan dipatahkan. Selain itu, Dasco menyatakan bila narasi negatif itu adalah upaya dari mendegradasi posisi Prabowo yang saat itu memiliki elektabilitas tinggi.
Dasco menyatakan bila publik sudah cerdas, dan tidak terpengaruh dengan beragam isu negatif dan konten hoax yang ditujukan pada Prabowo Subianto. "Konten hoax sangat jauh dari nilai-nilai bernegara," tegasnya.
Dasco menegaskan bila Prabowo Subianto bukanlah figur yang suka merusak kerukunan. Menurutnya, Prabowo adalah tokoh yang mempersatukan dan mencintai semua golongan.
Dasco menyatakan bila Nilai-nilai Pancasila sudah sangat melekat di dalam diri Prabowo Subianto. Ditengah isu negatif yang ditujukan pada Prabowo, Dasco menyatakan bila Prabowo tetap berpegang teguh politik yang damai, gembira dan sejuk. "Narasi negatif dan fakta yang tidak dan belum terverifikasi dapat merugikan stabilitas negara," ujarnya.
Lanjut ke Eksekutif atau Tetap di Legislatif?Dasco berhasil terpilih menjadi Anggota DPR untuk ketiga kalinya, setelah lolos dari Dapil Neraka di Dapil Banten III dengan suara meyakinkan. Namun, pada saat ini kelanjutan karier Dasco di Politik masih menjadi pertanyaan publik. Apakah akan ke Eksekutif atau tetap di Legislatif.
Dasco menyebut bila saat ini belum ada penggodokan untuk Calon Menteri yang akan mengisi di pemerintahan Prabowo-Gibran. “Sampai saat ini di internal belum ada pembicaraan atau penggodokan kabinet yang fix,” ucapnya.
Dasco yang juga merupakan Ketua tim sinkronisasi Prabowo-Gibran menyebut soal sejumlah nama yang beredar di media sosial dan akan menjadi Menteri di Pemerintahan yang akan datang merupakan sebuah aspirasi dari masyarakat.
Politisi Partai Gerindra tersebut menyatakan bila penentuan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden terpilih yakni Prabowo Subianto. “Ya kalau dilihat dari media sosial itu sudah banyak memang beredar-beredar ya. Kami anggap itu sebagai sebuah aspirasi, dinamika dan mungkin usulan-usulan dari luar,” katanya.
Seperti diketahui, bila sebelumnya nama Dasco santer beredar untuk mengisi posisi di Kabinet Prabowo-Gibran sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Namun, Dasco memastikan bila ia belum mendapatkan informasi bila ia akan mengisi posisi di Kabinet Prabowo-Gibran.
“Kalau ada info ya kita pasti kasih ke media, karena itu kan apa penting juga menjawab berita-berita yang tersebar soal ini, yang menurut kami belum tentu benar," tegasnya.
Sebelumnya beredar kabar di media sosial bila Dasco akan menjadi Ketua DPR RI di periode mendatang. Namun seperti diketahui bila sesuai UU posisi Ketua DPR RI didapatkan oleh Partai yang memenangkan pemilu. Bila Ketua DPR diisi oleh bukan partai pemenang maka perlu ada revisi Undang-Undang tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3).
Seperti diketahui bila revisi UU MD3, masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2024. Dasco menegaskan bahwa revisi UU MD3 bukan dalam rangka metode pergantian kursi Ketua DPR.
“Karena setahu kami, itu memang sudah beberapa waktu lalu direncanakan dalam rangka mungkin untuk penyesuaian jumlah ataupun beberapa pasal yang dianggap
perlu, tetapi bukan untuk pergantian komposisi pimpinan," tegasnya.
Dasco juga menyatakan setelah melakukan pengecekan ke Baleg DPR, diketahui bila mayoritas partai tidak sepakat untuk merevisi UU MD3. Menurutnya, kesepakatan itu diambil setidaknya sampai periode masa jabatan anggota DPR yang menjabat saat ini berakhir.
“Setelah saya cek pada Ketua Baleg bahwa itu karena existing saja sehingga bisa dilakukan, mayoritas kita sepakat partai-partai di parlemen untuk tidak melakukan revisi UU MD3 sampai dengan akhir periode jabatan anggota DPR saat ini," tutupnya.
Simpulan
Seperti diketahui bersama bila Sufmi Dasco Ahmad merupakan tangan kanan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Dasco telah menjadi bagian dari Partai Gerindra sejak partai ini didirikan pada tahun 2008 dan saat itu menjabat Ketua DPP.
Kini Dasco dipercaya Prabowo sebagai Ketua Harian Partai Gerindra dan ia juga dipercaya untuk menjadi Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra pada periode 2019-2024.
Munculnya nama Dasco sebagai salah satu kandidat yang akan mengisi posisi Mensesneg di Pemerintahan Prabowo karena memang Dasco dan Prabowo sudah bersama lebih dari dari 20 tahun.
Namun, tentu mengisi pos menteri di Kabinet pada periode yang akan datang merupakan hak prerogatif dari Presiden terpilih Prabowo Subianto. Begitupun bila Dasco tetap berada di Legislatif ini akan menjadi periode ke 3 bagi Ketua Harian Partai Gerindra tersebut.
Pada akhirnya, posisi Dasco pada pemerintahan yang akan datang dapat terjawab pada beberapa bulan yang akan datang. Apakah tetap di Legislatif atau Lanjut ke Eksekutif? Saat doorstop ditanyakan soal ini, Dasco mengatakan semuanya diserahkan kepada keputusan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Share:
Tags:




Komentar