Marak Kasus Pemerasan di Makassar, Dua Bocah Dijadikan Jaminan Uang

Senin, 04/07/2022 07:10 WIB
Ilustrasi Pemerasan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Pemerasan (Foto: Istimewa)

Jakarta, law-justice.co - Dua orang anak yang masih berusia belasan tahun diduga menjadi korban penculikan di Makassar, Sulawesi Selatan.


Pelaku menitipkan AD (14) dan DW (14) di sebuah konter jasa pengiriman uang elektronik sebagai jaminan agar bisa mentransfer uang ke rekening tertentu. Usai mendapatkan uang sebesar Rp2 jute pelaku kabur, meninggalkan dua bocah itu .

Salah satu korban yang berinisial AD mengatakan awalnya dia dipanggil orang tak dikenal untuk diberikan uang sehingga ia langsung ikut. "Saya dipanggil katanya pergi cari uang, kemudian diajak saya keliling-keliling," kata AD di Polsek Rappocini, Makassar, dikutip Senin (4/7/2022)

AD mengaku pria tersebut sempat mendatangi beberapa konter untuk dikirimkan sejumlah uang ke nomor rekening salah satu bank.

"Ada 20 konter dia masuki untuk ditransfer kan, nanti di Jalan Sultan Alauddin, baru dia dapat konter, di situ dia ditransferkan uang," kata dia.

Sementara itu penjaga konter jasa pengiriman uang elektronik, Ayu mengaku pelaku datang ke tempatnya meminta dikirimkan uang sebesar Rp2,5 juta ke nomor rekening tertentu.

"Dia datang minta transferkan uang. Jadi saya minta nomor rekeningnya, lalu nomor rekeningnya saya kirim ke bos saya, karena dia yang bisa transferkan," kata Ayu.

Setelah uang itu dikirim ke nomor rekeningnya, kata Ayu kemudian pelaku mengaku tidak membawa uang tunai. Akhirnya dia beralasan akan pergi ke ATM dulu, sementara itu dua bocah--yang diakui sebagai adiknya--ditinggal di konter itu sebagai jaminan.

Tapi, pelaku tak datang-datang juga.

"Katanya dia mau ke ATM karena dia lupa bawa uang kas. Tadinya saya tidak mau tapi dia bilang kalau adenya (korban) dititipkan sebagai jaminan nanti dia kembali lagi bawa uang tunai itu. Tapi tidak datang, makanya saya laporkan ke polisi," ungkapnya.

Saat ini, pemilik konter jasa pengiriman uang elektronik tersebut telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Rappocini.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar