Kimia Farma dan Biofarma Siapkan 2 Jenis Vaksin Gratis untuk Buruh

Minggu, 28/02/2021 21:26 WIB
Vaksin Covid-19 (Foto: Twitter @Hassaneslayeh).

Vaksin Covid-19 (Foto: Twitter @Hassaneslayeh).

law-justice.co - Induk Holding BUMN Farmasi (HBF), Bio Farma beserta Kimia Farma akan mendatangkan dua jenis vaksin Covid-19 untuk keperluan Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong. Vaksinasi Gotong Royong ini diperuntukan bagi karyawan swasta dan para buruh.

Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto berharap, program vaksinasi Gotong Royong bisa mempercepat program vaksinasi agar kekebalan kelompok atau herd immunity dapat segera tercapai.

“Vaksin ini diberikan secara gratis dari masing-masing perusahaan tempat mereka bekerja,” kata Bambang dalam rilis resminya, Minggu malam (28/2).

Bambang menyebutkan, peraturan vaksinasi gotong royong itu sudah tertuang dalam Permenkes no. 10 tahun 2021, dengan jenis vaksin Covid-19 yang berbeda dengan jenis vaksin yang digunakan untuk vaksinasi program pemerintah. Dengan begitu, kata dia, program vaksinasi Gotong Royong tidak akan mengganggu jalannya vaksinasi gratis yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

"Dengan demikian, vaksin gotong royong tidak akan menggunakan vaksin yang sama yang digunakan untuk program pemerintah," ujar Bambang. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutama Kementerian Kesehatan dalam menyiapkan vaksinasi ini agar berjalan dengan baik dan lancar.

Kedua jenis vaksin yang akan didatangkan oleh Bio Farma dan Kimia Farma antara lain, Moderna dengan platform m-RNA yang akan didatangkan oleh Bio Farma, dan Sinopharm dengan platform inactivated yang akan didatangkan oleh Kimia Farma

"Saat ini Holding BUMN Farmasi sudah mulai menjajaki dan melakukan pembicaraan supply vaksin Covid-19 khusus untuk program vaksinasi gotong royong yaitu dengan Sinopharm dari Beijing China dengan platform in-activated, dan Moderna dari Amerika dengan platform mRNA,” ujarnya.

“Pengadaan vaksin dari Sinopharm rencananya akan dilakukan oleh anak perusahaan Holding Farmasi, PT Kimia Farma Tbk sedangkan Moderna, pengadaannya akan dilakukan oleh Induk Holding BUMN Farmasi, Bio Farma", tambahnya.

Sama dengan jenis vaksin pemerintah, vaksin Gotong Royong juga harus mendapatkan persetujuan penggunaan pada masa darurat yakni Emergency Use Authorization (EUA) atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Seperti yang diketahui, Bio Farma sudah menerima bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac sebanyak 25 juta dosis yang terkirim dalam dua gelombang. Gelombang pertama sebanyak 15 juta dosis sudah tiba pada tanggal 12 Januari 2021, dan 10 juta dosis datang pada 2 Februari 2021 yang lalu. Suplai bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac ini akan datang secara bertahap sebesar 140 juta dosis hingga akhir Juli 2021 mendatang.

“15 juta dosis bahan baku sudah selesai seluruhnya diolah di fasilitas fill and finished Bio Farma. Sedangkan untuk bahan baku yang sebanyak 10 juta dosis diperkirakan akan selesai pada 20 Maret 2021,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, dari jumlah yang telah diproses tersebut, sebanyak 20 bets pertama sudah selesai diproduksi pada 27 Februari kemarin. “BPOM juga sudah mengeluarkan lot release untuk 8 bets atau setara 7,2 juta dosis, yang akan didistribusi ke 34 provinsi. Hasil evaluasi terkini, semuanya masih terkendali dan berjalan baik sesuai rencana, termasuk pendistribusian ke lokasi-lokasi terluar dan terpencil,” lanjutnya.

(Farid Fathur\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar