Pro-Kontra Anis di Gerindra, Habiburokhman-Ali Lubis `Ribut` di Medsos

Selasa, 26/01/2021 14:40 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Habiburokhman (Bimata)

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Habiburokhman (Bimata)

Jakarta, law-justice.co - Kabid Humas Lembaga Advokasi dan Hukum Gerindra Ali Lubis kembali bikin jengkel rekan separtainya. Pemicunya, Ali meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman mengaku telah menegur Ali Lubis karena cuitannya meminta Anies mundur. Namun, Ali tetap mengundang polemik di akun Twitternya, @AliLubisACTA. Hal ini membuat Habiburokhman jengkel.

"Diam kau," tulis Habiburokhman membalas cuitan Ali Lubis, Selasa (26/1/2021).

Ali Lubis awalnya mengomentari cuitan yang membela Anies. Netizen tersebut melaporkan Ali kepada akun Ketum Gerindra, Prabowo Subianto.

Ali pun kembali menyinggung Anies Baswedan. Padahal Gerindra merupakan partai pengusung utama Anies di Jakarta.

“Lah emang Anies sodara lu…hahaha,” kata Ali.

Cuitan tersebut yang membuat Habiburokhman berkomentar. Dia meminta agar Ali diam saja.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengakui pernyataan Ali Lubis terlalu keras. DPP Gerindra telah menegurnya.

"Secara bahasa kritikan Pak Ali terlalu keras, sebagai Ketua Mahkamah Partai saya sudah tegur dan ingatkan," kata Habiburokhman melalui pesan singkat, Senin (25/1).

Hanya saja, Habiburokhman menilai, substansi kritikan Ali Lubis tetap harus didengar. Ia menilai, pernyataan tersebut keluar lantaran Ali Lubis gundah melihat penyebaran di Jakarta Timur mengkhawatirkan.

Habiburokhman menuturkan, kritikan itu adalah obat agar Anies bisa bekerja lebih baik. Dia pun percaya Anies mau mendengar kritikan tersebut.

"Kritik memang tidak enak di telinga, tapi itu adalah obat agar yang dikritik bisa bekerja lebih baik," kata dia.

"Pak Anies sahabat saya sejak lama, saya paham beliau seorang demokratis yang senang mendengar kritikan," pungkas anggota Komisi III DPR RI ini.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar