Minta Jokowi Reshuffle Separuh Kabinet, Amien Rais Singgung Nadiem

Nadiem Kena Singgung Amien Rais: Ahli Pergojekan Jadi Pendidikan

Jum'at, 14/08/2020 04:21 WIB
Amien Rais (Foto: Jarrak.id)

Amien Rais (Foto: Jarrak.id)

Jakarta, law-justice.co - Mantan Ketua MPR, Amien Rais mengatakan, banyak menteri yang ada dalam Kabinet Indonesia Kerja tidak memiliki kompetensi sesuai tugas yang diembannya.

Ia pun mengusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti separuh menteri yang ada dalam Kabinet Indonesia Kerja. Tujuannya, agar pembangunan dalam negeri dapat menuju ke arah yang lebih baik.

"Kalau mau terus, kira-kira separuh menterinya ini memang tidak pantas. Bersihkan istana dari elemen-elemen yang merusak kehidupan bangsa," ujar Amien, dikutip dari Republika.co.id, Kamis (13/8/2020).

Salah satunya Nadiem Makarim, Amien menilai menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tidak sesuai untuknya.

"Ahli pergojekan jadi ahli pendidikan, kemudian orang yang hidupnya bak surgawi tiba-tiba memikirkan rakyat," katanya.

Jokowi didesaknya untuk segara mencari solusi terkait permasalahan Indonesia saat ini. Mengingat, ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 tercatat -5,32 persen.

Ditambah dengan kegagalan demokrasi, yang telah berubah menjadi oligarki dan otoriter. Sehingga, memunculkan maraknya nepotisme dan menjadi rezim pemborong kebenaran.

"Tantangan berat buat Pak Jokowi adalah keberanian mewarisi tradisi perjuangan Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Tomo. Tidak pernah terlintas dalam kehidupan mereka memperkaya diri," jelasnya.

Jika Jokowi tak dapat melakukannya, Amien memintanya untuk mundur dari posisi presiden. Apalagi, kompetensi mantan Gubernur DKI itu dinilainya kurang dalam memimpin Indonesia.

"Turun, resign secara sukarela karena ternyata Pak Jokowi tidak punya kompetensi menjadi Presiden Indonesia di pergantian abad dan milenium dewasa ini," pungkasnya.

 

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar