Pemerintah Diminta Siapkan Alat Tes Covid-19 Harga Terjangkau

Minggu, 02/08/2020 19:26 WIB
Petugas mengambil sampel darah warga yang mengikuti Mobile Rapid Test (tes bergerak) yang diadakan Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 di Jakarta pada Selasa (21/7). Robinsar Nainggolan

Petugas mengambil sampel darah warga yang mengikuti Mobile Rapid Test (tes bergerak) yang diadakan Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 di Jakarta pada Selasa (21/7). Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Wakil Kepala Lembaga Eijkman, Herawati Sudoyo mengatakan pemerintah diminta untuk menyiapkan alat tes covid-19 dengan harga terjangkau. Hal tersebut bertujuan untuk masyarakat dapat melakukan tes dan pencegahan mandiri demi meminimalkan penularan virus korona.

"Sekarang yang kita perlukan untuk memutus rantai penularan ya dengan akses pemeriksaan (covid-19) terjangkau bagi semua orang," ujar Herawati Sudoyo, dikutip dari Medcom.id, Minggu (2/8/2020).

Selain itu, menurut Hera, kapasitas tes covid-19 perlu ditingkatkan. Pemerintah pusat dan daerah harus mempercepat pelacakan kontak (contact tracing) kasus baru virus korona.

"Kemudian harus juga sistem kesehatan nasional, sistem pengawasan kita, perlu diperbaiki," kata Hera.

Hera menuturkan isolasi mandiri tidak dapat menjadi patokan untuk menahan laju penyebaran. Masyarakat yang tidak disiplin melakukan isolasi mandiri justru berpotensi menyebarkan covid-19 di lingkungan.

"Isolasi harus dilakukan berdasar pada syarat yang harus dipenuhi (seperti di rumah sakit). Berarti harus ada kebijakan-kebijakan yang berpihak pada pembangunan transformasi sistem kesehatan nasional," kata Hera.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Brian Sri Prahastuti, menyatakan hal serupa. Orang yang melakukan isolasi mandiri perlu menekankan tanggung jawab pribadi.

"Bukan karena disuruh dan dipaksa. Pribadi harus tahu saya mungkin positif dan harus lakukan isolasi mandiri dengan tanggung jawab pribadi," ucap Brian.

Dia juga sependapat alat tes terjangkau mempermudah pelacakan. Pelacakan yang cepat membantu mengurangi potensi peningkatan kasus baru.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar