Demi Ratusan Perusahaan China, Jokowi Bakal Gelar `Karpet Merah`

Kamis, 02/07/2020 13:05 WIB
Presiden Jokowi dengan Presiden China Xi Jinping (Minews)

Presiden Jokowi dengan Presiden China Xi Jinping (Minews)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan membuka kawasan industri di Batang, Jawa Tengah, untuk menarik ratusan calon investor dari China.

Kata dia, kesiapan lahan penting agar para calon investor merasa dilayani dengan baik.

Selain itu, dia juga meminta kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk mempermudah investor.

"Saya tidak mau lagi, tadi ada potensi 119 perusahaan yang relokasi dari Tiongkok, jangan sampai kita tidak dapat perusahaan-perusahaan itu untuk masuk ke Indonesia," ujarnya di kawasan Industri Terpadu Batang seperti melansir cnnindonesia.com, Selasa (30/6) lalu.

Kata dia, Indonesia juga harus lebih kompetitif dalam hal menarik investor dibanding negara lain.

Salah satu contohnya adalah memberikan harga tanah yang lebih murah dibanding negara lain.

"Kalau mereka beri harga tanah Rp500 ribu kita harus beri harga di bawah itu Rp300 ribu misalnya. Kalau mereka kasih Rp1 juta, kita kasih Rp500 ribu. Kalau mereka kasih izin di sana sebulan, kita seminggu," tegasnya.

Seperti diketahui Pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan lahan seluas 4.000 hektare di Batang, Jawa Tengah.

Menurut Jokowi kawasan itu bisa langsung ditawarkan ke investor jika kawasan lainnya masih kesulitan dalam pembebasan lahan.

Kata dia, percepatan realisasi investasi juga bakal mempercepat pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Oleh karenanya dia, mendesak BKPM untuk segera menyelesaikan fasilitas yang harus diberikan ke investor mulai dari urusan izin, listrik, gas, dan lain-lain, sehingga daya saing investasi Indonesia lebih tinggi.

"Jangan sampai peristiwa yang lalu terjadi lagi. Ada relokasi 33 perusahaan dari Tiongkok kita satu pun nggak dapat. Saya senang sekarang ada 7 yang masuk dan 17 yang memiliki komitmen besar, hampir 100 persen ini," ucapnya.

 

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar